Artikel ini mengandung spoiler besar untuk One Piece, Jujutsu Kaisen, Demon Slayer, Naruto, Death Note, dan Cyberpunk: Edgerunners.
Dalam dunia anime maupun fiksi secara keseluruhan, kematian karakter umumnya hanyalah bagian dari alur cerita. Seringkali, para penggemar merasa sangat terikat dengan tokoh-tokoh tertentu yang akhirnya harus menemui akhir tragis. Rasa sedih yang mendalam dari penonton ini sebenarnya membuktikan seberapa baik penulisan sebuah serial, karena karakter fiktif mampu membangkitkan emosi yang begitu kuat.
Kendati kematian karakter lazimnya membuat penonton bersimpati, ada kalanya momen tersebut justru memicu kekesalan yang luar biasa. Akibatnya, sebagian penggemar bisa kehilangan ketertarikan pada tontonan tersebut atau bahkan berbalik membencinya. Oleh karena itu, mari kita bedah kematian dalam anime yang sukses mengubah pandangan penggemar dari cinta menjadi benci.
Kematian Ace Menjadi Salah Satu Momen Paling Kelam
Seri: One Piece
One Piece selalu memiliki dinamika yang unik terkait kematian, mengingat kejadian tersebut sebenarnya sangat jarang terjadi di dalam cerita. Seringkali, karakter yang disangka sudah mati ternyata dapat kembali muncul dalam plot dengan berbagai cara. Justru karena alasan inilah, kematian yang benar-benar terjadi terasa jauh lebih menghujam perasaan. Contoh paling nyata dari situasi ini adalah kematian Portgas D. Ace.
Sebagai kakak Luffy yang memiliki masa lalu berat, para penonton dibuat tegang selama peristiwa di arc Marineford yang legendaris. Tepat ketika segalanya tampak aman bagi Ace dan Luffy untuk melarikan diri, kematian Ace datang secara tiba-tiba. Hal ini sempat membuat sebagian penggemar merasa kecewa dan menganggapnya sebagai alur yang dipaksakan, meski sebenarnya sangat selaras dengan perkembangan karakternya. Walaupun penonton merasa sangat terpukul atas kepergian karakter kesayangan ini, peristiwa tersebut tetap tercatat sebagai salah satu momen terbaik dalam sejarah serial ini.
Kematian David dan Rebecca Berhasil Menguras Air Mata
Seri: Cyberpunk: Edgerunners
Terdapat sebuah kutipan populer dalam gimnya yang berbunyi bahwa tidak ada akhir bahagia di Night City, dan prinsip tersebut berlaku sama persis pada versi animenya. Cyberpunk: Edgerunners mengikuti perjalanan David Martinez dalam ambisinya untuk menjadi tentara bayaran legendaris di Night City, yang membawanya pada konfrontasi langsung dengan kekuatan besar Arasaka Corporation.
Tentu saja, tragedi ini menimpa hampir seluruh anggota krunya, tetapi kematian David dan Rebecca lah yang paling sukses menguras air mata penonton. David pada akhirnya tewas meskipun sempat mencoba menepati janjinya kepada sang ibu dengan cara yang tak biasa, sementara kematian Rebecca terjadi secara mendadak dengan cara yang sangat brutal. Karena kepedihan mendalam yang ditinggalkan serial ini, banyak penggemar yang masih menyimpan kenangan atas kematian karakter-karakter tercinta ini di dalam ingatan mereka.








