Home / Game / 10 Penjahat DC di Smallville yang Mungkin Dilupakan Penggemar

10 Penjahat DC di Smallville yang Mungkin Dilupakan Penggemar

smallville villains 1

Serial televisi Smallville berjalan sangat panjang hingga mencapai 10 musim serta 217 episode, dan mengalami banyak perubahan drastis selama penayangannya. Pada awal penayangannya di tahun 2001, serial ini berfokus pada kisah episodik di mana Clark Kent versi remaja yang diperankan oleh Tom Welling harus menghadapi berbagai manusia mutan meteor yang muncul silih berganti setiap pekannya. Namun, menjelang musim terakhirnya pada 2011, Smallville bertransformasi menjadi tontonan yang jauh lebih ambisius dan mempertemukan Clark dengan sejumlah penjahat super paling ikonik dari mitologi DC.

Karakter-karakter seperti Brainiac, Zod, Bizarro, Doomsday, hingga Darkseid menjadi musuh utama di musim-musuh akhir Smallville, sementara berbagai nama familiar lainnya dari daftar musuh bebuyutan Superman turut serta mengisi peran pendukung penting seperti Metallo, Toyman, dan Morgan Edge. Kendati demikian, ada banyak penjahat DC yang pernah muncul di Smallville dan kerap terlupakan oleh para penggemar setia sekalipun. Hal ini terjadi karena mereka hanya tampil dalam satu episode saja atau karena serial tersebut mengambil terlalu banyak kebebasan kreatif dalam mengadaptasi mereka ke layar kaca. Meskipun begitu, Smallville tetap patut diapresiasi karena telah memberikan kesempatan debut live-action kepada banyak karakter tersebut.

10
Ultraman Muncul di Musim 10

Clark Kent wears a t-shirt with Ultraman's symbol on it in Smallville
Image via The CW

Smallville tayang cukup lama hingga akhirnya bersinggungan dengan konsep multiverse. Dalam episode “Luthor” di musim ke-10, sebuah insiden yang melibatkan kotak cermin Kryptonian menyebabkan Clark bertukar tempat dengan versi dirinya dari alam semesta lain yang ia sebut Earth-2. Di Earth-2, Clark tidak diadopsi oleh keluarga Kent melainkan oleh keluarga Luthor, sehingga tumbuh menjadi sosok yang kejam dan haus kekuasaan. Betapa terkejutnya Clark yang asli ketika mendapati kembarannya tersebut menggunakan kekuatannya untuk kejahatan dengan julukan Ultraman.

Kemunculan Ultraman ini menjadi contoh klasik dari aturan “tanpa kostum ketat, tanpa terbang” yang dipegang teguh oleh Smallville, di mana mereka justru memperkenalkan versi jahat Ultraman sebelum Clark sempat mengenakan nama Superman. Serupa dengan versi Ultraman dalam film Superman rilisan 2025, adaptasi ini tidak sepenuhnya mengikuti komik aslinya, namun latar belakang adopsi oleh keluarga Luthor justru terasa jauh lebih cerdas dan menarik dibandingkan kisah aslinya di dalam komik.

Granny Goodness in Smallville
Image via The CW

Salah satu kejutan terbesar bagi para penggemar DC pada musim ke-10 Smallville adalah keputusan serial ini untuk tidak hanya menghadirkan Darkseid, tetapi juga berupaya mengangkat jajaran karakter dari Fourth World di komik. Meskipun adaptasinya tidak sepenuhnya setia, setidaknya niat tersebut patut diacungi jempol. Sejumlah anak buah Darkseid turut bermunculan di musim ini, seperti Glorious Godfrey dan Desaad. Namun, karakter yang memberikan dampak paling signifikan tentu saja adalah Granny Goodness.

Secara tradisional, Granny berasal dari planet asal Darkseid yaitu Apokolips, tetapi dalam Smallville ia digambarkan sebagai seorang wanita manusia yang telah terkorupsi oleh pengaruh Darkseid. Terlepas dari perbedaan tersebut, penggambaran karakternya terasa cukup setia; persis seperti di dalam komik, ia mencuci otak para gadis muda untuk dijadikan kelompok pelayannya yang disebut Female Furies. Aktris Christine Willes berhasil menghadirkan energi yang berwibawa sekaligus menyeramkan pada karakter ini. Di luar kemunculan singkatnya dalam Zack Snyder’s Justice League, versi ini tetap menjadi satu-satunya penampilan live-action Granny Goodness hingga saat ini.

8
Suicide Squad Muncul di Musim 10

Deadshot and Rick Flag in Smallville
Image via The CW

Suicide Squad telah berkembang menjadi salah satu properti DC paling menguntungkan dalam satu dekade terakhir, dengan Task Force X yang membintangi berbagai proyek mulai dari film layar lebar hingga anime isekai. Kendati demikian, Smallville sudah lebih dulu mengangkat kelompok tersebut jauh sebelum menjadi tren, di mana mereka memegang peran penting pada musim ke-10. Dipimpin oleh Rick Flag, anggota tim tersebut meliputi Deadshot, Plastique, dan Warp.

Kehadiran mereka awalnya telah diisyaratkan oleh Amanda Waller (ya, ia juga sempat tampil di Smallville) pada musim ke-9, sebelum terungkap di musim ke-10 bahwa Flag telah membelot dan kini memimpin kelompok tersebut sebagai bagian dari perlawanan bersenjata terhadap Vigilante Registration Act, sebuah kebijakan politik yang berujung pada persekusi terhadap komunitas pahlawan super dan manusia super. Sayangnya, akibat jumlah anggota yang terbatas serta fungsinya yang hanya menjadi pelengkap alur cerita yang lebih besar, Suicide Squad versi Smallville gagal meninggalkan kesan yang terlalu mendalam.

7
Penonton Smallville Berkenalan dengan Injustice League di Musim 9

Neutron, Parasite, and Plastique of the Injustice League in Smallville
Image via The CW

Satu hal yang terasa cukup unik dari versi Suicide Squad ala Smallville adalah kenyataan bahwa serial ini sebenarnya telah mengusung konsep serupa pada musim sebelumnya. Pada paruh akhir musim ke-9, khususnya dalam episode “Injustice,” Tess Mercer membentuk tim rahasia yang beranggotakan manusia super—di mana tim tersebut juga menyertakan Plastique (yang diperankan oleh bintang masa depan serial The Flash, Jessica Parker Kennedy).

Meskipun Injustice League biasanya diisi oleh jajaran penjahat super paling berbahaya di DC seperti Joker, Lex Luthor, dan Black Adam, versi Smallville justru lebih berfungsi sebagai ajang untuk menghadirkan kembali berbagai musuh Superman yang belum sempat diperkenalkan di bagian lain. Selain Plastique, formasi Injustice League dalam serial ini terdiri atas Parasite, Livewire, dan Neutron. DCEU sempat memberikan sedikit petunjuk mengenai kemunculan Injustice League versi live-action yang dipimpin oleh Lex Luthor versi Jesse Eisenberg, namun waralaba tersebut telanjur terhenti sebelum rencana itu sempat terwujud.

6
Debut Live-Action Maxima Terjadi di Musim 8 Smallville

Maxima in Smallville
Image via The CW

Maxima dulunya bukan karakter yang terlalu populer, namun situasi tersebut mulai berubah seiring dengan tingginya antisipasi publik terhadap rumor Adria Arjnom yang berpotensi memerankan karakter ini dalam film Man of Tomorrow. Sekali lagi, Smallville telah lebih dulu melangkah mendahului, di mana sang ratu alien yang terobsesi mencari pasangan tersebut melakukan debut live-action-nya dalam episode “Instinct” di musim ke-8. Berbeda dari kebiasaan serial ini pada umumnya, latar belakang asal-usul luar angkasa karakter tersebut justru tetap dipertahankan.

Persis seperti dalam materi sumber aslinya, Maxima digambarkan sebagai ratu dari planet Almerac yang datang ke Bumi untuk mencari Clark Kent agar dijadikan pendamping hidupnya. Perbedaan terbesarnya terletak pada pengemasannya, di mana Maxima versi ini dibuat lebih mirip sosok femme fatale ala Poison Ivy. Selain memiliki kekuatan super dan ketahanan tubuh yang luar biasa seperti biasa, Maxima juga mempunyai ciuman beracun yang mematikan bagi siapa pun kecuali bangsa Krypton. Karakter ini kemudian sempat dihidupkan kembali dalam salah satu episode serial televisi Supergirl.

5
Mr. Mxyzptlk Muncul dalam Musim 4 Smallville

Mikhail Mxyzptlk and Lex Luthor in Smallville
Image via The CW

Sesosok makhluk dimensi kelima mengenakan topi bowler rasanya menjadi musuh Superman yang paling tidak mungkin muncul di Smallville, namun serial ini justru mengangkat versi Mr. Mxyzptlk tergolong sangat awal dalam masa penayangannya, yakni pada episode “Jinx” di musim ke-4. Sesuai dengan ciri khas Smallville di tahun-tahun awal, berbagai elemen fantastis dari karakter tersebut dilucuti sedemikian rupa hingga nyaris tidak menyisakan kemiripan dengan versi komiknya.

Alih-alih tampil sebagai makhluk usil antar-dimensi berwujud lelaki tua bertubuh pendek, Mxyzptlk versi Smallville diubah menjadi seorang pelajar pertukaran pelajar asal Eropa Timur. Apabila di komik aslinya ia memiliki kemampuan manipulasi realitas yang luar biasa besar, Mxyzptlk yang diberi nama depan Mikhail ini justru digambarkan sebagai manusia super yang mampu mengendalikan tindakan seseorang lewat perintah verbal. Menjelang akhir episode, ia dibawa ke laboratorium rahasia milik Lex Luthor, mengisyaratkan bahwa Lex akan melakukan eksperimen untuk memanfaatkan kekuatannya. Kendati demikian, karakter tersebut tidak pernah muncul kembali, sehingga alur cerita ini dibiarkan menggantung begitu saja.

4
Silver Banshee Tampil Singkat di Musim 9

Silver Banshee in Smallville
Image via The CW

Sementara banyak penonton mungkin sudah lupa bahwa Silver Banshee sempat singgah di Smallville, mereka yang masih mengingatnya barangkali berharap bisa melupakan kejadian tersebut. Berbekal rambut putih serta wajah menyerupai kerangka, Silver Banshee memiliki salah satu desain visual paling keren di antara para musuh Superman dalam komik, tetapi Smallville justru menyia-nyiakan potensi karakter tersebut ketika ia dimunculkan dalam episode “Escape” di musim ke-9.

Untungnya, penggambaran sang penjahat yang menyerupai penyihir tua—dengan nama asli Siobhan Macdougal—ini hanya tampil sesaat menjelang akhir episode. Sepanjang durasi mayoritas episode tersebut, rohnya justru merasuki tubuh Lois Lane yang sedang menikmati liburan akhir pekan bersama Clark, sehingga memunculkan dinamika komedi romantis yang cukup konyol. Serial Supergirl terbukti jauh lebih sukses dalam mengadaptasi karakter yang sama, meski Silver Banshee versi Smallville tetap layak diberikan apresiasi karena menjadi segelintir musuh supranatural yang langka di serial ini.

3
Versi Deathstroke di Musim 10 Smallville Terasa Sangat Berbeda

Deathstroke in Smallville
Image via The CW

Deathstroke biasanya dikenal sebagai musuh bebuyutan Teen Titans atau Batman, namun pembunuh bayaran bermata satu ini sempat pula menyeberang untuk menghadapi Clark Kent dalam musim ke-10 Smallville. Diperankan oleh aktor Michael Hogan, Slade Wilson versi serial ini digambarkan sebagai seorang perwira militer berpangkat tinggi yang vokal menentang undang-undang registrasi pahlawan super, sebelum akhirnya bersinggungan langsung dengan kelompok pahlawan di kota tersebut.

Kendati demikian, pendekatan yang diambil Smallville terhadap karakter ini memicu perdebatan di kalangan penggemar karena Deathstroke tidak ditampilkan sebagai tentara bayaran profesional berkeahlian tinggi, melainkan dipengaruhi oleh entitas kegelapan milik Darkseid. Walaupun aksi laga yang melibatkan karakternya cukup menghibur, banyak yang menyayangkan hilangnya ciri khas Deathstroke sebagai petarung taktis murni tanpa elemen kekuatan super supranatural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *