Film Masters of the Universe versi 2026 mengalami kebangkitan yang cukup mengejutkan. Saat pertama kali dirilis di bioskop pada awal musim panas, film ini gagal di pasaran dengan pendapatan global hanya mencapai 114 juta dolar AS. Namun, pencapaian berbeda diraih pada layanan streaming. Berkat daya tarik yang ramah keluarga serta gaya humor khas yang digemari pengguna media sosial, film ini sukses besar di Amazon Prime, memuncaki tangga penayangan Nielsen, dan ditonton hingga lebih dari 1 miliar menit.
Kondisi ini membuka peluang bagi pembuatan sekuel, meskipun mungkin dengan anggaran yang lebih terbatas atau rilis khusus streaming. Apapun bentuknya, para penggemar tentu menyambut baik karena masih banyak aspek dari dunia He-Man yang bisa digali. Adegan pascakredit dalam film pertamanya telah memperkenalkan karakter ikonik seperti Orko dan She-Ra, namun masih banyak tokoh lain yang layak untuk diangkat.
10
Man-E-Faces Punya Banyak Sisi untuk Ditampilkan dalam Live-Action
Daya tarik utama dari film Masters of the Universe adalah keberaniannya dalam merangkul elemen komedi dan keunikan waralaba He-Man. Jika sekuelnya dibuat, pendekatan ini kemungkinan besar akan dipertahankan, menjadikan Man-E-Faces sebagai pilihan yang sangat pas untuk bagian kedua.
Sesuai namanya, keunikan Man-E-Faces terletak pada kemampuannya berganti-ganti wajah dan kepribadian, mulai dari manusia yang baik hati, monster buas, hingga robot logis. Berprofesi sebagai seorang aktor, ia memanfaatkan tiga wajah tersebut untuk mendalami berbagai peran. Karakter ini sering kali berfungsi sebagai pencair suasana, sehingga aktor yang ekspresif akan sangat cocok memerankannya. Stephen Fry sempat mengisi suara karakter ini dalam serial animasi CG Netflix, sehingga kehadiran aktor asal Inggris lain yang teatrikal seperti Matt Berry akan menjadi pilihan yang menarik.
9
Stratos Bisa Membawa Waralaba Ini Terbang Lebih Tinggi
Menjelang akhir cerita Masters of the Universe, He-Man dan rekan-rekannya dipanggil kembali untuk merespons sinyal darurat dari “desa Avion” yang membutuhkan pertolongan. Para penggemar langsung memahami bahwa petunjuk ini mengindikasikan kehadiran Stratos jika sekuelnya benar-benar diproduksi.
Dalam mitologi MOTU, Avion merupakan kerajaan lain di Eternia yang terletak di Pegunungan Mistis. Penduduk aslinya adalah manusia burung yang dipimpin oleh Raja Stratos. Dikenal lewat atribut sayap berbulu, helm merah, serta kacamata penerbang, Stratos merupakan salah satu Heroic Warriors favorit penggemar karena digambarkan dengan karakter yang lebih serius dibandingkan rekan-rekan sejuangnya. Kehadiran Avion tentu akan memperluas cakupan dunia Eternia.
8
Panthor Adalah Tunggangan Jahat Milik Skeletor
Meskipun Cringer dan wujud alter egonya, Battle-Cat, tampil dalam film Masters of the Universe, satu karakter yang cukup disayangkan absen adalah Panthor. Dalam pertempuran akhir film tersebut, Beast-Man diposisikan sebagai saingan Battle-Cat, padahal musuh abadi Cringer yang sebenarnya adalah Panthor, macan kumbang tunggangan Skeletor.
Sebagai hewan peliharaan setia penguasa Snake Mountain ini, Panthor selalu hadir di berbagai adaptasi waralaba, kecuali pada film He-Man tahun 1987 yang belum memiliki teknologi pendukung untuk mewujudkan karakter hewan raksasa secara live-action. Absennya Panthor pada versi 2026 terasa cukup mencolok, namun karakter ini bisa dengan mudah dimasukkan dalam sekuelnya, di mana Skeletor dikisahkan mengadopsi hewan tersebut agar dapat menunggangi macan besar ke medan perang seperti musuhnya.
7
Mer-Man Layak Ikut Beraksi dalam Sekuel
Selain manusia burung, Eternia juga dihuni oleh makhluk akuatik. Mer-Man digambarkan sebagai penguasa lautan Eternia yang suka berperang dan merupakan salah satu karakter paling ikonik berkat statusnya sebagai figur aksi awal dalam lini mainan tersebut. Dalam serial kartun klasik tahun 1980-an, ia merupakan salah satu anak buah utama Skeletor, meski perannya sempat digantikan dalam film 2026.
Film sekuel akan menjadi momen yang tepat bagi kemunculan Mer-Man. Seperti halnya Avion, film lanjutan dapat mengeksplorasi wilayah lain di Eternia, termasuk perairan dan spesies yang menghuninya. Dalam serial Masters of Service: Revelation di Netflix, Mer-Man tidak digambarkan sebagai pengikut setia Skeletor, melainkan sekutu situasional yang membenci Skeletor hampir sebesar kebikannya pada He-Man. Dinamika persaingan ini tentu menarik untuk diangkat ke format live-action.
6
King Grayskull Adalah Pahlawan Pertama Eternia
Selain memperluas peta geografis Eternia, sekuel Masters of the Universe juga berkesempatan menelusuri sejarahnya. Dalam mitologi He-Man, King Grayskull merupakan pejuang legendaris pertama Eternia sekaligus leluhur Pangeran Adam. Meskipun jarang muncul secara fisik di layar kaca, namanya diabadikan pada Kastil Grayskull dan selalu diserukan setiap kali He-Man meneriakkan kalimat “Demi kekuatan Grayskull!”
Sejauh ini, peran paling menonjol dari King Grayskull dapat disaksikan melalui serial animasi tahun 2002 serta serial Revelation di Netflix. Pada versi 2002, dikisahkan bahwa ia gugur dalam pertempuran melawan Hordak ribuan tahun lalu dan menyalurkan kekuatan magisnya ke dalam pedang He-Man sebelum menutup mata. Sementara dalam Revelation, Pangeran Adam dapat menemui leluhurnya tersebut saat berkunjung ke Preternia, yang merupakan surga versi Eternia. Dengan demikian, King Grayskull dapat dihadirkan lewat adegan kilas balik maupun situasi mendekati kematian.
5
Zodac Adalah Salah Satu Tokoh Paling Perkasa
Zodac merupakan salah satu sosok paling misterius dalam latar cerita Masters of the Universe, mengingat waralaba ini sering kali mengubah posisinya sebagai pihak baik atau penjahat, bahkan dalam hal penulisan namanya. Dalam tafsir modern, ia digambarkan sebagai entitas netral berkekuatan besar yang tergabung dalam Cosmic Enforcers dengan tugas menjaga keseimbangan semesta.
Meskipun latar belakangnya jarang dikupas tuntas, Zodac selalu ditampilkan sebagai figur bijaksana berusia sangat panjang yang memegang peranan penting di alam semesta. Film Masters of the Universe bahkan sempat menyelipkan referensi terselubung ketika Teela menyebut namanya sebagai bentuk seruan. Pendekatan ini menjadi cara cerdas untuk mengenalkan Zodac sebagai entitas kuno yang mahatahu demi mempersiapkan perannya dalam sekuel mendatang.
4
Shadow Weaver, Penyihir Penuh Manipulasi
Ke manapun arah sekuel Masters of the Universe nantinya, jalan cerita tersebut kemungkinan besar akan bersinggungan dengan dunia She-Ra. Seperti yang terlihat dalam serial She-Ra and the Princesses of Power, terdapat banyak karakter menarik baik dari pihak protagonis maupun antagonis. Salah satu figur yang sangat menarik untuk diadaptasi ke dalam bentuk live-action adalah Shadow Weaver.
Serupa dengan Evil-Lyn, Shadow Weaver adalah seorang penyihir wanita yang menjadi orang kepercayaan musuh utama Power Twins. Kendati demikian, loyalitas Shadow Weaver jauh lebih abu-abu dan kompleks. Ia tidak mengabdi kepada siapapun kecuali dirinya sendiri, dengan tujuan akhir mencapai kekuasaan pribadi. Sebagai sosok yang mengasuh Adora, ia juga memiliki dinamika hubungan toksik sebagai ibu angkat She-Ra.
3
Catra Adalah Musuh Bebuyutan She-Ra
Bahkan melampaui kompleksitas Shadow Weaver, kehadiran Catra di layar lebar akan memberikan dinamika konflik yang sangat kuat bagi kelanjutan cerita waralaba ini.








