Sebagai salah satu adaptasi anime fantasi paling menonjol tahun ini, Witch Hat Atelier terus menarik perhatian penonton di seluruh dunia. Sambil menantikan penayangan musim kedua, para staf aktif menghadiri berbagai konvensi internasional untuk menyapa para penggemar. Dalam rangkaian tur global mereka, tim produksi sempat berkunjung ke konvensi AnimagiC di Jerman untuk mengisi sesi bincang-bincang khusus serta penandatanganan bersama penggemar di Eropa.
Dalam kesempatan tersebut, kami berbincang dengan sutradara anime Ayumu Watanabe, pengisi suara karakter Coco yaitu Rena Motomura, serta produser Hirotsugu Ogo. Diskusi ini membahas proses adaptasi musim pertama Witch Hat Atelier serta kesan mereka setelah serial tersebut menyelesaikan penayangannya.

Beberapa bagian dari wawancara ini telah disunting agar lebih mudah dipahami. Wawancara ini dilaksanakan dengan bantuan seorang penerjemah.
Jika bisa memilih satu jenis sihir dari musim pertama untuk digunakan, sihir apa yang akan Anda pilih?
Ogo-san: Saya akan memilih sepatu terbang, karena bisa terbang adalah impian banyak orang sejak kecil.
Motomura-san: Saya ingin mencoba mantra air untuk menciptakan naga air seperti yang digunakan oleh Qifrey. Kelihatannya sangat rumit, tetapi pasti terasa luar biasa.
Watanabe-san: Saya tentu memilih mantra pengulangan agar bisa mengundur tenggat waktu kerja sesuka hati [tertawa].
Watanabe-san, Anda sempat menyebutkan bahwa Anda merasa terbebani saat pertama kali menerima proyek ini. Bagaimana perasaan Anda setelah musim pertama berakhir dan melihat respons penonton?
Watanabe-san: Sejujurnya, saya sama sekali tidak merasa santai karena tekanan justru semakin besar setelah musim ini selesai [tertawa]. Namun, saya juga sangat antusias untuk melanjutkan proyek ini.
Menurut Anda, apa yang membuat cerita Witch Hat Atelier begitu memikat dan mampu menyentuh hati banyak orang?
Ogo-san: Menurut saya, materi sumbernya memang sudah sangat kuat. Ini adalah kisah fantasi yang menghangatkan hati dan bisa dinikmati oleh siapa saja. Dunia yang dihadirkan dalam anime ini terasa istimewa bagi penonton dari berbagai kalangan usia, yang mungkin pernah merasakan pengalaman serupa di masa kecil mereka.
Secara keseluruhan, cerita ini dipenuhi nuansa yang cerah. Namun, menjelang akhir musim, kita mulai melihat sisi yang lebih gelap. Bagaimana cara Anda menyeimbangkan unsur tersebut pada musim pertama?
Watanabe-san: Sisi gelap selalu lahir berdampingan dengan cahaya. Bisa dibilang, sihir dalam cerita ini mirip seperti teknologi di dunia nyata. Keduanya memberikan banyak kemudahan dan hal positif, tetapi tetap menyimpan risiko tersendiri. Menemukan keseimbangan di antara keduanya adalah pendekatan yang ideal. Seiring berjalannya cerita Witch Hat Atelier, unsur kelam akan semakin ditonjolkan, itulah sebabnya penting bagi kami untuk memperlihatkan banyak sisi terang terlebih dahulu pada musim pertama.
Dunia dalam Witch Hat Atelier memiliki aturan dan mekanisme sihir yang sangat ketat. Apakah hal itu turut memengaruhi proses adaptasi ke dalam bentuk anime?
Watanabe-san: Agar sesuatu yang fiktif dapat terlihat realistis, Anda harus mematuhi aturan yang jelas dan menggambarkannya secara mendetail. Tanpa batasan yang tegas, hasilnya justru akan terasa kurang meyakinkan.
Sutradara Watanabe-san sebelumnya pernah menyatakan bahwa pengisi suara Coco harus memiliki karakter vokal yang fleksibel dan belum terpengaruh oleh ideologi tertentu. Setelah menyaksikan musim pertama, karakter tersebut berhasil disampaikan dengan baik. Motomura-san, bagaimana cara Anda mempersiapkan diri untuk peran ini?
Motomura-san: Ketika mempersiapkan diri menjadi Coco, saya tidak mematok gambaran kaku tentang bagaimana saya harus memerankannya. Saya merasa bebas dalam mengekspresikan emosi Coco, yang juga menjadi kesamaan di antara kami berdua—kami sama-sama bertindak secara bebas. Saya percaya pasti ada alasan khusus mengapa tim mempercayakan peran ini kepada saya, jadi saya memilih untuk percaya pada keputusan mereka dan berusaha menghidupkan karakter tersebut sebaik mungkin.
Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada Watanabe-san, Ogo-san, dan Motomura-san atas waktu yang telah diberikan untuk wawancara ini, serta kepada tim AnimagiC dan Crunchyroll yang telah membantu mewujudkannya. Kami menantikan kesempatan untuk bertemu kembali di konvensi-konvensi mendatang.








