Memotong rambut di luar negeri sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri, terutama apabila kemampuan berbahasa asing Anda masih terbatas. Bahkan di negeri sendiri pun, mencari penata rambut yang benar-benar memahami selera dan gaya pribadi bukanlah perkara mudah.
Kendati demikian, kekhawatiran tersebut seharusnya tidak mengurungkan niat Anda untuk merapikan mahkota kepala di pusat mode dunia, yaitu Tokyo. Berdasarkan data dari majalah Biyokai, Jepang memiliki lebih dari 240.000 salon rambut serta 500.000 penata rambut yang tersebar di seluruh penjuru negeri.
Sebagai perbandingan, jumlah salon rambut di Jepang ternyata lima kali lipat lebih banyak daripada jumlah toko kelontong konbini. Persaingan yang sangat ketat ini membuat keahlian dan standar pelayanan para penata rambut di Jepang umumnya berada di tingkat yang amat tinggi.
Salon-salon rambut di Tokyo terkenal sangat unggul, dengan kawasan seperti Omotesando, Harajuku, dan Shibuya menjadi pusat dari salon paling populer yang kerap dikunjungi oleh para selebritas maupun ikon mode.
Dalam kunjungan ke Tokyo, kami mencoba menyambangi salah satu salon di Omotesando yang terkenal ramah terhadap warga negara asing, yaitu Hair Salon Nalu & 76 Cafe.
Mengunjungi Hair Salon Nalu

Salon Nalu didirikan di Tokyo pada tahun 2001 oleh Hamaguchi Daisuke. Visinya adalah mendirikan salon dengan konsep butik gaya, di mana para pelanggan dapat mengubah model rambut semudah mengganti aksesoris fesyen.
Tidak lama berselang, 76 Cafe dibuka di lantai bawah gedung yang sama, memungkinkan pengunjung untuk memotong rambut sekaligus menikmati hidangan lezat dalam satu kunjungan. Selain di Tokyo, Nalu juga memiliki empat cabang lainnya di Kuala Lumpur dan Singapura.
Sesampainya di lokasi, kami disambut dengan sangat ramah oleh sang pendiri, Hamaguchi, bersama manajer salon Yoshitada Dejima, penata rambut Sunada Eriko, serta beberapa staf asisten lainnya.
Menyadari bahwa tidak semua pelanggan asing fasih berbahasa Jepang, kami langsung menanyakan kemampuan bahasa Inggris mereka. Dejima menjelaskan bahwa mereka menyambut siapa saja dengan penuh percaya diri dan akan berusaha semaksimal mungkin dalam hal komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman sebelum proses pemotongan dimulai.

Di era modern ini, membawa referensi foto dari internet di ponsel pintar telah menjadi hal yang lumrah. Para penata rambut di sini sangat berpengalaman dan mampu mewujudkan gaya yang Anda inginkan, atau memberikan saran alternatif jika gaya tersebut dinilai kurang sesuai dengan bentuk wajah Anda.
Selama proses pemotongan, para penata rambut aktif berkomunikasi dan memperhatikan detail kecil, seperti menanyakan kebiasaan menggunakan riasan wajah atau kacamata, demi mencocokkan hasil potongan rambut dengan gaya hidup sehari-hari.


Pengalaman Pangkas Rambut di Tokyo

Selain potongan rambut standar, beberapa dari kami juga mencoba teknik pewarnaan khusus seperti inner color dengan semburat ungu. Keunggulan dari teknik ini adalah perawatannya yang lebih mudah karena bagian akar rambut tertutupi oleh lapisan rambut di atasnya.
Nalu memiliki pilihan warna yang sangat beragam berkat pengalaman mereka mengelola cabang di berbagai negara serta inovasi warna yang terus dikembangkan sesuai tren global.

Kendati demikian, terdapat batasan tertentu. Dejima menyebutkan bahwa mereka terkadang menolak melakukan pewarnaan pada rambut Kaukasia karena minimnya pengalaman menangani tekstur rambut tersebut, demi menjaga kepuasan pelanggan agar tidak dijadikan sebagai tempat uji coba.
Namun, untuk rambut Asia, kemampuan mereka dalam hal pewarnaan dan pengeritingan sudah tidak perlu diragukan lagi. Suasana di salon juga terasa santai karena para staf piawai mencairkan suasana lewat obrolan ringan.
Nama “Nalu” sendiri diambil dari bahasa Hawaii yang berarti “gelombang”, mencerminkan harapan pemiliknya untuk menciptakan gelombang baru antara Jepang dan dunia internasional. Sementara itu, angka 76 pada kafenya dinamai menggunakan permainan angka goroawase dalam bahasa Jepang.

Saat proses keramas, staf salon menanyakan apakah ada bagian kepala yang terasa gatal—sebuah pertanyaan khas di salon Jepang untuk memastikan bagian kepala telah dicuci dengan bersih secara tidak langsung.

Menariknya, pengunjung juga dapat memesan minuman, termasuk bir, dari menu kafe untuk dinikmati selama proses penataan rambut agar suasana terasa semakin menyenangkan.


Sebagai penutup rangkaian perawatan rambut, para staf memberikan pijatan kepala yang sangat menyeluruh dan memanjakan. Menjelang siang, salon mulai dipadati pelanggan, termasuk anak-anak, di mana anak berusia empat tahun ke bawah bahkan mendapatkan layanan potong rambut gratis.
Bersantai di 76 Cafe

Setelah urusan rambut selesai, kami turun ke lantai bawah untuk menikmati santap siang di 76 Cafe. Tempat ini menawarkan suasana yang nyaman, lengkap dengan fasilitas Wi-Fi gratis serta colokan listrik bagi pengunjung yang ingin bersantai maupun bekerja.


Menu makanan yang disajikan terinspirasi dari hidangan bento favorit anak sekolah di Jepang, seperti karaage, kari, dan shogayaki. Kami memesan mangkuk nasi karaage, loco moco ala Hawaii, nasi taco, serta beberapa minuman dan kue penutup yang disajikan dengan tampilan menarik.
Lokasi kafe dan salon ini juga sangat strategis, hanya berjarak sekitar tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Tokyo Metro Omotesando, menjadikannya destinasi yang sangat ideal untuk merawat diri sekaligus bersantai di tengah kota Tokyo.
Koichi’s Review
Pijatan kepala terbaik yang pernah saya rasakan, serta keterampilan memotong rambut dari penata rambut di sini sungguh luar biasa. Sangat menyukai tempat ini.
Viet’s Review
makanannya enak. Meskipun tidak potong rambut, saya sangat mengagumi peralatan kerja para penata rambut di salon ini.
Mami’s Review
Para stafnya sangat ramah dan menyenangkan. Saya suka kafenya, makanannya lezat dan lucu. Suasananya bersih, modern, dan yang terpenting, saya sangat puas dengan model rambut baru saya.
Nalu and 76 Cafe
Informasi Tambahan
4-9-2 Jingumae
Shibuya, Tokyo 150-0001
Jepang
Lihat di peta
Situs Resmi Nalu and 76 Cafe
03-5786-1781








