Home / Travel / Museum Parasitologi Meguro: Surga Cacing Pita dan Malaria, Untungnya Makhluk Ini Tidak Hidup di Dalam Tubuh Anda (Mungkin)

Museum Parasitologi Meguro: Surga Cacing Pita dan Malaria, Untungnya Makhluk Ini Tidak Hidup di Dalam Tubuh Anda (Mungkin)

header 640x 74

Suatu hari di musim dingin yang terasa jauh lebih hangat dari biasanya, Koichi, Viet, dan Hashi memutuskan untuk mengunjungi Meguro Parasitological Museum yang terletak di Tokyo. Museum ini dikenal sebagai satu-satunya museum khusus parasit di dunia. Berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Meguro, perjalanan menuju lokasi tersebut sebenarnya cukup mudah meskipun opsi menggunakan taksi juga bisa dipertimbangkan.

Sesampainya di sana, pengunjung akan langsung menyadari bahwa area pameran publiknya tidak terlalu besar. Kendati demikian, gedung ini menyimpan sekitar 60.000 spesimen parasit dari 1.500 jenis berbeda. Sebagian besar koleksi lainnya disimpan di lantai atas untuk keperluan penelitian, sementara area publik memamerkan sekitar 300 spesimen yang diawetkan di dalam botol berisi cairan formalin lengkap dengan inangnya.

jars of parasites at tokyo parasite museum

Meskipun pada awalnya merasa tidak tertarik dengan segala hal berbau parasit, rasa penasaran justru muncul ketika melihat deretan botol tersebut dari dekat. Beberapa spesimen yang memperlihatkan hewan inang dengan parasit di dalamnya menyajikan pemandangan yang unik sekaligus mencengangkan, mulai dari cacing yang keluar dari mata ikan hingga ribuan bintik putih di perut ikan.

dead fish and parasites in jars
tokyo parasite museum exhibit

Lantai pertama museum ini dirancang untuk menunjukkan keragaman jenis parasit. Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai macam parasit umum seperti cacing gelang, cacing hati, cacing pita, hingga telur parasit, serta beberapa jenis yang lebih jarang ditemui seperti malaria, trypanosoma, dan lymphatic filariasis.

jars of dead parasites at tokyo parasite museum

Di balik koleksi yang luar biasa ini terdapat sosok Satoru Kamegai, seorang dokter ilmu medis yang mendirikan museum tersebut pada tahun 1953. Pada era 1950-an, ketika standar kebersihan belum sebaik sekarang, kasus infeksi parasit sangat umum di Jepang. Dr. Kamegai mendedikasikan dirinya untuk mengumpulkan berbagai spesimen parasit dari seluruh penjuru negeri, bahkan sampai maysarakat mau menyerahkan temuan mereka kepadanya.

meguro parasitological museum exhibits

Dedikasi Dr. Kamegai sangat tinggi; ia bahkan kerap memeriksa hewan mati atau sisa makanan untuk mencari sampel parasit baru. Berkat kerja kerasnya dan para staf, museum ini dapat terus berdiri dan dinikmati oleh masyarakat luas hingga puluhan tahun kemudian.

parasites in marked jars in meguro tokyo

Menariknya lagi, pengunjung dapat masuk ke Meguro Parasitological Museum secara gratis. Setelah menghabiskan waktu di lantai pertama, kunjungan dilanjutkan ke lantai dua yang berfokus pada jenis-jenis parasit yang dapat menginfeksi manusia serta cara penularannya dari hewan.

Salah satu daya tarik utama di lantai dua adalah spesimen cacing pita sepanjang 8,8 meter yang berasal dari seseorang setelah mengonsumsi sushi trout.

very long tapeworm at tokyo parasite museum

Selain botol spesimen, lantai dua juga menampilkan diagram siklus hidup parasit serta ilustrasi tangan yang mendetail.

charts explaining the tranferrance of parasites
hand drawn images of parasites
parasite drawings at meguro parasitological museum

Di bagian akhir kunjungan, terdapat toko suvenir yang menjual berbagai cinderamata unik di mana hasil penjualannya digunakan untuk mendukung operasional dan penelitian museum.

souvenirs from the tokyo parasite museum

Staf museum menjelaskan bahwa kegiatan utama di lembaga ini mencakup lima pilar penting:

  1. Penelitian: Lantai atas gedung digunakan untuk meneliti morfologi, taksonomi, dan penyebaran parasit.
  2. Edukasi: Menyelenggarakan program studi kerja, kuliah umum, dan menyediakan spesimen siap pakai untuk pembelajaran.
  3. Koleksi: Menyimpan puluhan ribu spesimen parasit.
  4. Publikasi: Menerbitkan berbagai dokumen ilmiah seperti Progress of Parasitology in Japan dan Research Bulletin of the Meguro Parasitological Museum.
  5. Toko Museum: Menyediakan cendera mata untuk mendukung pendanaan penelitian.

Meguro Parasitological Museum menawarkan pengalaman wisata yang tidak biasa dan sangat berkesan, terutama karena sifatnya yang gratis dan menyajikan sesuatu yang sulit ditemukan di tempat lain. Sebagai penutup kunjungan, banyak yang menyarankan untuk mencicipi hidangan udon di restoran sekitar—meskipun bentuknya sama sekali tidak mirip dengan parasit.

parasites that look like udon
Avatar koichi 0d7c291b

Koichi’s Review8/10

Meskipun terdengar kurang lazim bagi sebagian orang, tempat ini sangat edukatif dan menampilkan hal-hal yang tidak akan bisa dilihat di tempat lain. Kisah di balik pendirian museum ini juga membuat kunjungannya semakin berkesan.

Avatar viet hoang 9be375ff

Viet’s Review8/10

Pamerannya mungkin tampak asing bagi sebagian pengunjung, tetapi isinya sangat menarik dan informatif. Sangat layak dikunjungi jika sedang berada di kawasan tersebut.

  1. Catatan mengenai beberapa jenis parasit yang asing. ↩

Meguro Parasitological Museum

Kelebihan

  • Menyajikan koleksi unik yang tidak ada duanya di dunia.
  • Tidak dipungut biaya masuk.

Kekurangan

  • Terdapat banyak restoran udon di sekitar lokasi.

Penilaian Keseluruhan

8

Aksesibilitas

6

Keseruan

6

Keunikan

10

Informasi Tambahan

4 Chome−4−1−1

Meguro, Shimomeguro, Tokyo 153-0064

Jepang


View on map


Meguro Parasitological Museum’s website


03-3716-1264


03-3716-2322

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *