Bagi sebagian besar masyarakat di negara barat, kapibara sering kali disalahartikan sebagai tikus berukuran raksasa yang menyeramkan. Padahal, hewan pengerat terbesar di dunia asal Amerika Selatan ini justru mirip seperti marmut semi-akuatik yang sangat menggemaskan. Beruntung, kegemaran ini disambut baik di Jepang, di mana masyarakatnya memiliki ketertarikan yang sama terhadap kapibara dan menawarkan berbagai pengalaman unik.
Impian untuk melihat kapibara berendam di pemandian air panas onsen dan berinteraksi langsung dengan mereka akhirnya membawa perjalanan menuju Izu Shaboten Park, lokasi yang dikenal sebagai pelopor onsen kapibara pertama.

Antusiasme tersebut bahkan sudah terasa sejak berada di dalam kereta dalam perjalanan menuju Izu, di mana poster iklan bergambar kapibara menghiasi sudut kabin. Setelah melewatkan malam di sebuah hotel onsen yang menyajikan pemandangan indah serta hidangan tradisional yang lezat, perjalanan dilanjutkan ke taman kebun binatang pada keesokan harinya.


Setibanya di stasiun terdekat, suasana penyambutan kapibara semakin meriah dengan adanya papan informasi serta boneka maskot yang menemani buah yuzu tradisional. Tanpa membuang waktu melewati berbagai atraksi menarik lainnya, tujuan utama langsung diarahkan menuju area onsen kapibara yang legendaris.


Akhirnya, pemandangan itu tersaji di depan mata. Onsen kapibara yang asli. Sungguh sebuah pengalaman yang magis!
Menariknya lagi, taman ini tidak hanya menyediakan kolam pemandian air panas, tetapi juga area terbuka di mana pengunjung bisa memberi makan dan menyentuh kapibara secara langsung tanpa batasan pagar. Sesi berendam yang dijadwalkan secara berkala demi kebersihan kolam menjadi prioritas utama untuk disaksikan terlebih dahulu.




Setelah puas menikmati pemandangan kawanan kapibara yang santai berendam di dalam air hangat, perjalanan dilanjutkan menuju kandang terbuka. Di sana, interaksi dengan hewan-hewan tersebut menjadi sangat dekat, termasuk saat mereka dengan lahap dan antusias meminta setangkai rumput dari para pengunjung.







Di antara sesi pemandian, pengunjung tetap berkesempatan memberi makan kapibara sebagai hiburan alternatif jika terlewat jam berendam.
Sebelum meninggalkan kawasan wisata, menyempatkan diri berbelanja berbagai suvenir khas bertema kapibara di toko oleh-oleh menjadi agenda penutup yang wajib dilakukan, mulai dari boneka hingga kue kotak bergambar khusus.


Meskipun air kolam telah surut ketika kembali berkunjung ke area onsen, aktivitas memberi makan tetap dapat dinikmati secara maksimal. Nuansa kapibara pun masih terasa di sepanjang jalan keluar melalui berbagai dekorasi unik, patung raksasa, hingga bus transportasi umum yang dihiasi pernak-pernik serba kapibara.





Perjalanan hari itu ditutup dengan bersantap di Ohmuro Luncheonette, sebuah restoran lokal dekat halte bus yang menyajikan hidangan lezat berkualitas tinggi, termasuk semangkuk shirasu dan teh matcha yang sangat memanjakan lidah.




Bagi yang tertarik menyaksikan langsung keunikan kapibara berendam di pemandian air panas, taman ini beroperasi pada jam berikut:
Pukul 09.00 – 17.00 (Maret hingga Oktober)
Pukul 09.00 – 16.00 (November hingga Februari)
Pengalaman menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan hewan pengerat terbesar di dunia ini menawarkan kenangan liburan yang tak terlupakan serta menjadi salah satu bentuk eksplorasi budaya yang unik selama berkunjung ke Jepang.








