Opsi 1: Pertimbangkan Penghilangan Kata (Omission)

Opsi pertama ini mungkin terdengar tidak biasa jika dibandingkan dengan struktur kalimat bahasa Inggris. Dalam bahasa Jepang, Anda dapat menghilangkan subjek dan/atau objek dalam sebuah kalimat, dan percakapan tetap akan berjalan secara natural. Bahkan, menurut sejumlah pakar linguistik, ketika kata ganti persona bahasa Jepang digunakan sebagai subjek, kata tersebut dihilangkan sebanyak 40% dalam komunikasi tertulis dan hingga 70% dalam komunikasi lisan.
Mari kita lihat contoh berikut untuk memahami bagaimana hal ini terjadi.
- …ねえ、君は、彼らが別れたって聞いた?
- …Hei, apakah kamu dengar bahwa mereka telah putus?
Kalimat di atas menggunakan kata ganti orang kedua ( 君) dan kata ganti orang ketiga ( 彼ら). Karena kata-kata ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, kalimat tersebut akan terdengar kurang natural. Terutama karena memanggil seseorang menggunakan kata ganti orang kedua dapat terkesan kasar, Anda tentu ingin menghindari risiko tersebut.
Sekarang, mari kita coba menghilangkan 君 dan 彼ら, yang setara dengan kata “kamu” dan “mereka.”
- …ねえ、別れたって聞いた?
- …Hei, apakah kamu dengar bahwa mereka telah putus?
Meskipun kata gantinya dihilangkan, kalimat ini tetap dapat dipahami dengan baik. Bentuk ini justru jauh lebih natural dibandingkan contoh sebelumnya, asalkan ada konteks yang mendahuluinya. Jika seorang teman membisikkan kalimat ini kepada Anda, Anda pasti tahu bahwa teman tersebut sedang berbicara langsung kepada Anda. Dalam bahasa Inggris, ketika Anda mengirim pesan atau berbicara santai dengan teman, Anda terkadang juga menghilangkan kata ganti, seperti mengatakan “Mau jalan nanti?” Dalam bahasa Jepang, kebiasaan ini jauh lebih sering dilakukan dan tidak hanya terbatas pada situasi santai saja.
Lalu, bagaimana dengan kata 彼ら (mereka) yang dihilangkan? Pembicara dan pendengar harus memiliki konteks bersama atau pemahaman yang sama agar hal ini dapat dipahami. Bisa jadi, kalimat tersebut diucapkan tepat setelah Anda dan teman Anda berpapasan dengan “dia perempuan” dan “dia laki-laki” di lorong. Dengan begitu, Anda langsung tahu siapa yang sedang dibicarakan oleh teman Anda.
Dalam bahasa Jepang, menyertakan referensi secara eksplisit mengenai orang yang sedang Anda diskusikan adalah sebuah pilihan, bukan keharusan.
Tanpa adanya konteks apa pun, jika pertanyaan ini tiba-tiba dilontarkan begitu saja, tentu akan menimbulkan kebingungan. Anda mungkin akan bertanya, “Siapa yang sedang kamu bicarakan?” Intinya adalah dalam bahasa Jepang, menyebutkan identitas orang yang dibicarakan secara eksplisit bersifat opsional. Kecuali ada kebutuhan untuk memperjelas topik, seperti ketika konteksnya kurang jelas atau Anda ingin mengangkat topik baru, informasi tersebut biasanya akan ditinggalkan.
Opsi 2: Gunakan Nama, Peran Keluarga, atau Peran Sosial
Anda telah melihat betapa praktisnya bahasa Jepang dalam hal tidak harus mengeja setiap detail informasi. Namun, ada situasi di mana penghilangan kata tidak bisa diterapkan. Sebagai contoh, meskipun teman Anda merasa konteksnya sudah sangat jelas, bagaimana jika Anda sedang melamun dan tidak memerhatikan pembicaraan? Anda mungkin akan berkata, “Tunggu… apa yang sedang kamu bicarakan?” Dalam situasi seperti itu, teman Anda harus memperjelas maksudnya.
Ada kalanya penghilangan kata sama sekali bukan sebuah pilihan. Misalnya, ketika siapa yang melakukan apa merupakan bagian penting dari sebuah cerita, sehingga Anda tidak boleh menghilangkan referensi tentang orang tersebut. Mari kita lihat kembali contoh gosip sebelumnya.
- 彼女が彼をフッたらしいよ!
- Rupanya, dia (perempuan) baru saja memutuskan dia (laki-laki)!
Kalimat di atas akan kehilangan makna jika kita menghilangkan subjek dan objeknya, karena bagian itulah yang memberi tahu siapa yang memutuskan siapa. Jadi, metode penghilangan kata tidak berfungsi di sini. Namun, menggunakan kata ganti orang ketiga seperti 彼女 (dia perempuan) dan 彼 (dia laki-laki) terdengar agak kaku dalam percakapan nyata.
Lalu, apa yang bisa kita gunakan sebagai gantinya? Berikut adalah beberapa alternatif:
- Gunakan nama (misalnya Rachel, Tanaka-san, Kenichi)
- Gunakan peran dalam keluarga (misalnya ibu, kakek, bibi)
- Gunakan peran sosial (misalnya dokter, wali kota, pengemudi)
Anda dapat menggunakan opsi-opsi ini persis seperti cara Anda menggunakan kata ganti orang dalam sebuah kalimat. Pada dasarnya, alih-alih menggunakan kata ganti orang kedua atau ketiga, Anda cukup menyebutkan nama asli seseorang, peran keluarga mereka seperti ibu dan ayah, atau peran sosial mereka seperti sensei. Sebagai contoh, dalam kalimat sebelumnya, Anda dapat mengganti 彼女 dan 彼 dengan nama asli mereka, yaitu Kyoko dan Kenichi.

- キョーコがケンイチをフッたらしいよ!
- Rupanya, Kyoko baru saja memutuskan Kenichi!
Cara ini terdengar sangat natural dalam bahasa Jepang. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi ketika kita menyebutkan Kyoko atau Kenichi di kalimat berikutnya. Bagaimana cara kita merujuk kepada mereka selanjutnya? Dalam bahasa Inggris, Anda sering menggunakan kata ganti untuk menghindari pengulangan nama yang sama secara terus-menerus. Mari kita lihat bagaimana bahasa Jepang mengatasi situasi seperti ini.
- キョーコがケンイチをフッたらしいよ!で、キョーコには、もう新しい彼氏ができたみたい。
- Rupanya Kyoko memutuskan Kenichi! Dan sepertinya Kyoko sudah punya pacar baru sekarang.
Sangat wajar dalam percakapan bahasa Jepang untuk terus mengulang nama seseorang (dalam hal ini Kyoko), peran keluarga, atau peran sosial mereka tanpa harus menghindari pengulangan kata. Jika hal itu terasa mengganggu bagi Anda, Anda juga bisa langsung menghilangkannya seperti yang telah kita bahas sebelumnya.
- キョーコがケンイチをフッたらしいよ!で、もう新しい彼氏ができたみたい。
- Rupanya Kyoko memutuskan Kenichi! Dan sepertinya dia sudah punya pacar baru sekarang.
Fakta lain yang perlu diketahui adalah bahwa menggunakan nama, peran keluarga, atau peran sosial juga sangat umum dalam sudut pandang orang kedua. Artinya, alih-alih memanggil seseorang dengan sebutan “kamu”, Anda dapat menggunakan sebutan-sebutan ini. Hal ini jarang ditemukan dalam bahasa Inggris. Perhatikan contoh berikut:
- キョーコがケンイチをフッたの?
- 1. Apakah Kyoko mencampakkan Kenichi?
2. Apakah kamu mencampakkan Kenichi, Kyoko?
3. Apakah Kyoko mencampakkanmu, Kenichi?
Seperti yang Anda lihat, ada tiga kemungkinan terjemahan, dan kalimat tersebut dapat diartikan dalam tiga cara berbeda. Artinya, pertanyaan ini dapat ditujukan kepada siapa saja. Anda bisa menanyakan pertanyaan persis yang sama kepada:
- Seseorang yang bukan Kyoko maupun Kenichi
- Kyoko
- Kenichi
Menarik, bukan? Secara umum, metode menggunakan nama, peran keluarga, atau peran sosial adalah cara paling jelas dan pasti untuk merujuk serta menyapa seseorang dalam percakapan bahasa Jepang, asalkan Anda mengetahui sebutan yang tepat untuk mereka.
Gunakan Nama

Memanggil seseorang dengan namanya menunjukkan bahwa Anda mengingat nama mereka, sekaligus menciptakan kesan yang lebih akrab dan ramah. Hal ini terdengar sederhana, namun tahukah Anda bagaimana struktur penulisan nama dalam bahasa Jepang?
Dalam bahasa Jepang, nama keluarga diletakkan terlebih dahulu, diikuti oleh nama depan (nama diri). Nama keluarga disebut 名字, sedangkan nama depan disebut 下名前, yang secara harfiah berarti “nama bawah.” Nama depan disebut demikian karena dalam penulisan vertikal tradisional Jepang, bagian nama depan berada di separuh bagian bawah. Namun, untuk nama asing, urutan yang digunakan bervariasi dan terkadang mengikuti aturan penulisan bahasa Inggris.
Perbedaan besar lainnya adalah sebagian besar orang Jepang tidak memiliki nama tengah. Meskipun warga negara Jepang yang lahir di luar negeri atau dari keluarga multikultural mungkin saja memilikinya, nama tengah tersebut tidak diakui dalam dokumen resmi pemerintah.
Mari kita lakukan latihan singkat. Katakanlah Anda menerima kartu nama dari seorang wanita yang baru saja Anda temui. Manakah yang merupakan nama depan dan nama keluarganya?
田中 京子
Jawabannya adalah 田中 (Tanaka) adalah nama keluarganya, dan 京子 (Kyoko) adalah nama depannya.
“Baiklah, kalau begitu saya akan memanggilnya Kyoko!” Eits, tunggu dulu! Ada hal lain yang perlu Anda ketahui. Memanggil seseorang dengan nama depannya saja terasa jauh lebih intim di Jepang daripada di negara-negara berbahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris, sangat normal menggunakan nama depan meskipun baru pertama kali bertemu atau dalam suasana bisnis. Namun, dalam budaya Jepang, hal tersebut umumnya hanya dilakukan dalam situasi yang santai.
Memanggil seseorang dengan nama depannya terasa jauh lebih intim di Jepang secara umum.
Kita juga mengenal penanda nama seperti 〜さん, yang mirip dengan sebutan “Tn.” atau “Ny.” tetapi dengan variasi yang lebih beragam. Tergantung pada situasinya, memanggil seseorang hanya dengan namanya tanpa penanda nama dapat terkesan blak-blakan atau kurang sopan, terutama jika Anda belum begitu mengenalnya. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menggunakan penanda nama seperti 〜さん, 〜ちゃん, atau 〜くん, atau gunakan nama panggilan jika Anda sudah cukup dekat.
Gunakan Peran Keluarga

Dalam memanggil atau merujuk anggota keluarga sendiri, sangat umum untuk menggunakan sebutan peran keluarga. Namun, panggilan yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada preferensi masing-masing keluarga dan dapat berubah seiring berjalannya waktu.
| Kasual | Formal | ||
| お祖父ちゃん (じいじ) |
kakek | 祖父 | kakek |
| お祖母ちゃん (ばあば) |
nenek | 祖母 | nenek |
| お父さん (パパ) |
ayah | 父 | ayah |
| お母さん (ママ) |
ibu | 母 | ibu |
| 叔父さん | paman | 叔父 | paman |
| 叔母さん | bibi | 叔母 | bibi |
| お兄ちゃん | kakak laki-laki | 兄 | kakak laki-laki |
| お姉ちゃん | kakak perempuan | 姉 | kakak perempuan |
Istilah kasual digunakan saat berbicara langsung dengan anggota keluarga atau ketika membicarakan mereka dalam situasi santai. Di sisi lain, istilah formal dicadangkan untuk merujuk anggota keluarga dalam situasi resmi, misalnya saat membicarakan keluarga Anda dalam wawancara kerja.
Gunakan Peran Sosial

Anda juga dapat menggunakan peran sosial, yang merujuk pada jabatan pekerjaan dan sejenisnya. Contoh ikoniknya adalah sensei, yang digunakan siswa untuk menyapa guru, dokter, pengacara, dan politisi. Penggunaan peran sosial merupakan bentuk sapaan yang hormat sekaligus mengakui posisi masing-masing pihak dalam hubungan hierarkis.
| Peran Sosial | |
| 先生 | guru, dokter, pengacara, dll |
| 校長先生 | kepala sekolah |
| 社長 | direktur utama / CEO |
| 店長 | kepala toko / manajer restoran |
| 先輩 | senior / mentor |
Opsi 3: Opsi Cadangan Rahasia
Seperti yang telah Anda lihat, ada banyak sekali pilihan cara menyapa seseorang dalam bahasa Jepang. Meskipun demikian, ada beberapa situasi di mana dua opsi pertama tidak dapat diandalkan, misalnya ketika Anda lupa nama seseorang. Berikut adalah beberapa opsi cadangan untuk membantu Anda menghadapi saat-saat canggung tersebut!
Sumimasen / Chotto (“Permisi!”)

Sumimasen adalah ungkapan yang berarti “Permisi.” Sama seperti ketika Anda berkata “permisi” di toko untuk meminta bantuan pegawai, ungkapan ini sangat efektif untuk menarik perhatian seseorang. Setelah perhatian mereka kudapat, Anda dapat dengan mudah melanjutkan pembicaraan tanpa harus memanggil mereka dengan sebutan tertentu dengan cara menghilangkannya. Ungkapan chotto juga memiliki fungsi serupa, namun jauh lebih kasual!
[[MEDIA_0]]








