Mari kita menyelami lebih dalam hutan tata bahasa Jepang Klasik, atau yang dikenal sebagai Kobun, melalui pembahasan mengenai kata kerja (verbs). Perlu diingat bahwa Kobun memiliki banyak perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan bahasa Jepang Modern. Mempelajari kata kerja sengaja dijadikan prioritas utama dalam memahami Kobun dengan beberapa alasan kuat:
- Sama seperti bahasa Jepang Modern, subjek dalam kalimat bahasa Jepang Klasik sering kali dihilangkan.
- Kata sifat dalam Kobun juga berfungsi layaknya kata kerja bantu.
- Proses mengidentifikasi dan mencari kata kerja di kamus biasanya memakan waktu lebih lama dibandingkan kata benda atau partikel.
Mengurai kata kerja dalam teks klasik memang membutuhkan ketelitian dan proses yang tidak singkat. Terdapat dua pendekatan berbeda yang bisa digunakan, baik bagi pelajar jangka pendek maupun jangka panjang. Kedua metode ini pada dasarnya berpusat pada dua langkah utama: mengenali jenis kata kerja yang dihadapi dan menganalisis bentuk atau konjugasinya.
Pendekatan Jangka Pendek

Bagi yang ingin membaca teks klasik secara santai tanpa harus menghafal seluruh kosakata baru secara mendalam, metode ini sangat cocok digunakan. Pendekatan jangka pendek ibarat membaca artikel berita dengan bantuan alat penerjemah instan; Anda mungkin tidak akanmengingat setiap karakter kanji yang diurai, tetapi Anda bisa menangkap keseluruhan isi bacaan dengan baik.
Sebagai contoh, mari perhatikan baris pertama dari kisah terkenal Taketori Monogatari:
いまは昔、竹取の翁といふもの有りけり。
Bagian kalimat yang bukan merupakan kata kerja dapat diuraikan sebagai berikut:
- いまは mukashi 昔: pada masa lampau
- taketori 竹取: pemotong bambu
- の okina 翁 といふもの: seorang orang tua
Frasa といふもの secara teknis adalah frasa kerja, namun karena bentuknya masih terbawa hingga bahasa Jepang Modern, kita bisa mengabaikannya. Ini menyisakan satu frasa kerja yang perlu dibedah, yaitu a 有りけり.
Langkah 1: Mengidentifikasi Kata Kerja
Langkah awal adalah mencari bentuk dasar kata tersebut di dalam kamus bahasa Jepang klasik (kogo-jiten). Jika mencari 「有りけり」 secara utuh, Anda mungkin tidak akan langsung menemukan hasilnya. Namun, jika dipecah menjadi 「有り」 dan 「けり」, pencarian akan membuahkan hasil.

Dari entri kamus, diketahui bahwa 有り adalah kata kerja golongan ra-gyou henkaku (tidak beraturan dengan bunyi ‘ra’). Arti utamanya adalah “ada” atau “berada”. Menariknya, contoh kalimat yang diberikan oleh kamus tersebut adalah kalimat yang sedang kita terjemahkan. Selanjutnya, mari kita lihat bagian けり.

Berbeda dengan kata kerja utama, けり dikategorikan sebagai jodoushi 助動詞 atau kata kerja bantu. Jodoushi tidak pernah berdiri sendiri dan selalu melekat pada elemen lain. Dalam hal ini, けり berfungsi untuk menunjukkan bentuk lampau (past tense), mirip seperti akhiran “-ed” dalam bahasa Inggris atau “た” dalam bahasa Jepang Modern.
Langkah 2: Menentukan Bentuk Kata Kerja
Langkah berikutnya adalah mengenali bentuk atau kei 形 dari kata kerja tersebut. Berdasarkan penjelasan kamus, けり menempel pada kata kerja yang berada dalam bentuk Renyoukei (bentuk sambung). Oleh karena itu, kita perlu memastikan apakah 有り benar-benar berada dalam bentuk Renyoukei.

Bagan ini dibuat oleh Anthony Stewart.
Dengan mencocokkan jenis kata kerja dan bunyi akhirnya pada tabel konjugasi, kata kerja ra-gyou henkaku seperti 有り dapat berakhiran -あら, -あり, -ある, atau -あれ. Bentuk dalam kalimat kita berakhiran -り, yang berarti kata tersebut bisa berupa bentuk Renyoukei atau Shuushikei (bentuk akhir kalimat).
Karena 有り tidak terletak di akhir kalimat, bentuk Shuushikei dapat disingkirkan, sehingga yang tersisa adalah bentuk Renyoukei 「あり」. Dengan menggabungkan seluruh komponennya (keberadaan + bentuk lampau + akhir kalimat), kalimat tersebut dapat diterjemahkan secara utuh menjadi: “Pada masa lampau yang sudah lama, ada seorang kakek penebang bambu.”
Pendekatan Jangka Panjang

Bagi pembelajar yang ingin menguasai bahasa Jepang Klasik secara mendalam dan membaca banyak teks sastra kuno, mengandalkan kamus saja tentu tidak cukup. Anda perlu menghafal berbagai jenis konjugasi kata kerja sejak awal perjalanan belajar.
Langkah 1: Mengenal Jenis-Jenis Kata Kerja
Kata kerja dalam Kobun dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan pola perubahan bunyinya. Sebagai contoh, kata kerja yo-dan 四段 disebut sebagai “kuadrigrad” karena bentuk konjugasinya mencakup empat vokal berbeda, yaitu あ、い、う、dan え.

Selain itu, terdapat delapan jenis golongan kata kerja lainnya, termasuk kami-ichidan, kami-nidan, shimo-ichidan, shimo-nidan, serta empat jenis kata kerja tak beraturan (na-gyou henkaku, ra-gyou henkaku, ka-gyou henkaku, dan sa-gyou henkaku).

Langkah 2: Memahami Bagan Konjugasi

Meskipun ada banyak bagan yang beredar, inti dari tabel-tabel tersebut adalah pemetaan antara jenis kata kerja dan bentuk fungsinya dalam kalimat:
- Mizenkei 未然形: Bentuk iratif, biasanya digunakan untuk aksi yang belum dimulai atau digabungkan dengan bentuk negatif.
- Renyoukei 連用形: Bentuk penghubung atau batang kata.
- Shuushikei 終止形: Bentuk penutup kalimat.
- Rentaikei 連体形: Bentuk atributif untuk memodifikasi kata benda di depannya.
- Izenkei 已然形: Bentuk perfektif, menyatakan aksi yang sudah dimulai atau selesai.
- Meireikei 命令形: Bentuk perintah yang biasanya berdiri sendiri di akhir kalimat.
Kesimpulan

Baik menggunakan pendekatan jangka pendek maupun jangka panjang, menerjemahkan teks bahasa Jepang Klasik pada dasarnya memerlukan latihan yang konsisten serta pemahaman yang baik mengenai struktur kata kerja di dalamnya.
Referensi
- Barczikay, Zoltan. Classical Japanese Grammar: Japanese verbs
- Stewart, Anthony. Bungo Nyuumon, Paradigm Chart & Verbs
- Kafka-Fuura 竹取物語ー「かぐや姫の生い立ち」Taketori Monogatari – The Birth of The Shining Princess
- Shirane, Haruo. Classical Japanese: A Grammar. New York: Columbia University Press, 2005. p. 24, 44.
- Vovin, Alexander. A Reference Grammar of Classical Japanese Prose. London: RoutledgeCurzon, 2003. p. 163- 172, 213.







