Kebosanan dalam mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Jepang, adalah hal yang sangat wajar terjadi. Ketika seseorang terlalu memforsir diri dengan buku kerja dan kamus tata bahasa yang monoton, rasa jenuh bisa muncul kapan saja. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi kejenuhan ini adalah dengan mengubah perspektif dan mencoba hal baru yang lebih santai.
Permainan kata atau wordplay adalah salah satu cara menyenangkan untuk menikmati bahasa Jepang tanpa harus pusing memikirkan aturan tata bahasa yang rumit atau keigo. Ada beberapa jenis permainan kata dalam bahasa Jepang yang dapat membantu menyegarkan kembali semangat belajar Anda.
Palindromes (Kaibun)
Palindrome adalah kata atau frasa yang dibaca sama baik dari depan maupun belakang. Dalam bahasa Jepang, palindrome dikenal dengan sebutan kaibun 回文, yang secara harfiah berarti “kalimat melingkar”. Karena bahasa Jepang menggunakan karakter alih-alih abjad alfabet biasa, konsep ini memiliki keunikan tersendiri.
Contoh yang paling klasik adalah nama perusahaan rumput laut Yamamotoyama 山本山, yang dibaca sama persis dari depan maupun belakang. Selain satu kata, terdapat pula kalimat-kalimat kaibun yang lebih kompleks:

| Bahasa Jepang | Romaji | Arti Bahasa Inggris |
|---|---|---|
| 私の皺 | Watashi no shiwa | My wrinkles |
| 夏まで待つな | Natsu made matsuna | Don’t wait till summer |
| 食いに行く | Kui ni iku | Go to eat |
| 留守に何する | Rusu ni nani suru | What will you do when I’m out? |
| 安い椅子屋 | Yasui isu ya | Cheap chair shop |
| 竹薮焼け爛 | Takeyabu taketa | The bamboo grove burned |
| 塀のあるあの家 | Hei no aru ano ie | That house with a fence |
Babigo
Sama seperti permainan sandi bahasa anak-anak pada umumnya, bahasa Jepang juga memiliki permainan kata rahasia yang disebut babigo. Aturannya cukup sederhana: setelah setiap karakter, ucapkan suku kata ba, bi, bu, be, atau bo yang disesuaikan dengan pelafalan vokal sebelumnya.

Sebagai ilustrasi, kata “sushi” akan berubah menjadi “subushibi,” sedangkan “origami” berubah menjadi “oboribigabamibi.” Meskipun polanya mendasar, hal ini cukup menantang dan membingungkan ketika diucapkan dengan cepat.
Angka (Goroawase)
Masyarakat Jepang juga sangat menyukai permainan kata berbasis angka. Konsep ini dinamakan goroawase ごろ 合せ. Caranya memanfaatkan berbagai cara baca yang dimiliki oleh setiap angka dalam bahasa Jepang—misalnya angka 4 yang bisa dibaca sebagai yon, shi, atau pelafalan lainnya.

Kombinasi pembacaan ganda ini sering digunakan untuk membuat jembatan keledai atau mnemonik agar lebih mudah mengingat nomor telepon dan angka penting lainnya. Bahkan, tinggi bangunan ikonik Tokyo Skytree pun dirancang sedemikian rupa agar angka pengukurannya memiliki makna tertentu melalui metode ini.







