Home / Travel / Batu Belah Itto-seki di Desa Yagyu: Asal-Usul “Sekishusai” dan Kimetsu no Yaiba

Batu Belah Itto-seki di Desa Yagyu: Asal-Usul “Sekishusai” dan Kimetsu no Yaiba

The Itto seki in Yagyu Village

Berdiri seorang diri di tengah hutan yang sunyi, saya merasakan atmosfer magis yang begitu kuat. Di hadapan saya terdapat sebuah batu raksasa yang dikenal sebagai Itto-seki, yang tampak terbelah sempurna menjadi dua bagian. Berdasarkan legenda setempat, batu monolitik tersebut dulunya dibelah dengan satu tebasan pedang oleh Yagyu Munetoshi, atau yang lebih dikenal dengan nama biarawannya, Sekishusai. Tokoh legendaris ini merupakan penguasa awal Desa Yagyu sekaligus pendiri aliran ilmu pedang Yagyu Shinkage-ryu yang masih dipelajari secara luas hingga saat ini.

Kisah turun-temurun menyebutkan bahwa Sekishusai membelah batu besar itu ketika bertarung melawan seekor tengu, makhluk mitologi Jepang berhidung panjang yang bertubuh setengah manusia setengah burung serta memiliki kemampuan bertarung yang lihai. Konon, tepat saat ia hendak menebas sisi kanan makhluk tersebut dengan hantaman keras, sang tengu mendadak lenyap tanpa jejak. Sebagai gantinya, sebuah batu raksasa sudah dalam keadaan terbelah dua akibat tebasan pedang Sekishusai. Meskipun terdengar seperti cerita berlebihan untuk mengagungkan kekuatan sang pendekar, belahan pada batu Itto-seki memang terlihat begitu rapi hingga membuat siapapun kagum.

Kamado Tanjiro from Kimetsu no Yaiba cuts a boulder in two after his bout with Sabito—The scene was inspired by Yagyu Villages’s Itto-seki

Adegan tersebut mungkin terasa familiar karena diyakini menjadi inspirasi bagi salah satu adegan ikonik dalam serial anime populer Kimetsu-no-Yaiba (Demon Slayer). Dalam kisah tersebut, tokoh utama Kamado Tanjiro bertarung melawan bayangan arwah Sabito yang telah tiada. Serupa dengan duel Sekishusai dan tengu, sosok tersebut menghilang usai menerima hantaman telak, dan Tanjiro mendapati sebuah batu besar telah terbelah di depannya. Seiring dengan melonjaknya kepopuleran Kimetsu-no-Yaiba, jumlah penggemar anime dan manga yang datang berkunjung ke situs batu Itto-seki ini pun meningkat drastis.

Namun, ketertarikan saya pada Desa Yagyu dan Sekishusai justru bermula saat membaca novel epik karya Yoshikawa Eiji yang berjudul Musashi. Kendati berupa fiksi historis, buku ini merangkum perjalanan hidup Miyamoto Musashi, pendekar pedang paling terkenal di Jepang, dengan sangat apik. Dalam cerita tersebut, sosok Musashi yang masih muda dan tempramental mendatangi Desa Yagyu untuk menantang Sekishusai yang telah lanjut usia. Pertemuan dengan master pedang dari desa tersebut berhasil memberikan kontras yang menarik terhadap kepribadian sang pemuda yang masih ambisius.

Desa Yagyu sendiri merupakan sebuah kawasan terpencil yang jauh dari keramaian perkotaan. Meskipun secara administratif masuk dalam wilayah Kota Nara, kawasan ini menawarkan suasana yang sangat berbeda dari modernitas. Lanskapnya justru mengingatkan kita pada latar tempat dalam anime bergenre isekai, seolah-olah membawa pengunjung melintasi waktu ke era masa lampau. Karakteristik inilah yang membuat Desa Yagyu selalu menarik untuk dijelajahi, terlepas dari apakah Anda seorang penggemar Kimetsu-no-Yaiba atau bukan.

Cara Menuju ke Sana

A train arrives at Kasagi Station near Yagyu Village

Akses menuju Desa Yagyu tergolong cukup menantang. Terletak di kawasan pegunungan dekat perbatasan Prefektur Kyoto dan Mie, perjalanan ke dusun ini memerlukan kombinasi beberapa moda transportasi jika Anda mengandalkan kendaraan umum. Menyewa mobil tentu menjadi opsi paling praktis, meski jarang dipilih oleh wisatawan asing. Oleh karena itu, panduan ini dikhususkan bagi pelancong yang ingin menjangkaunya tanpa kendaraan pribadi.

Stasiun terdekat dari Desa Yagyu adalah Stasiun Kasagi yang berada di jalur JR Kansai Line. Sayangnya, tidak ada rute bus umum yang melayani jalur berliku dari stasiun tersebut menuju desa. Pengunjung harus mengandalkan taksi—yang ketersediaannya di stasiun sangat terbatas—atau berjalan kaki menanjak. Saat berkunjung bersama kreator konten Cheesie pada akhir tahun 2020 lalu, kami cukup beruntung karena berhasil mendapatkan taksi, tetapi keberuntungan tersebut belum tentu berpihak pada setiap orang.

Untuk menghindari risiko tersebut, disarankan untuk menuju Kota Nara terlebih dahulu. Dari stasiun JR atau Kintetsu di Nara, tersedia layanan bus yang langsung mengantar penumpang ke Desa Yagyu. Meskipun harus memahami jadwal bus yang cukup rumit, Nara merupakan destinasi yang sangat ramah turis internasional, sehingga Anda dapat dengan mudah meminta bantuan petugas di stasiun atau pusat informasi pariwisata.

Perlu dicatat bahwa frekuensi keberangkatan kereta dan bus di wilayah pedesaan Jepang ini sangat terbatas. Sangat disarankan untuk memeriksa jadwal perjalanan secara teliti menggunakan aplikasi transportasi daring agar tidak ketinggalan jadwal krusial yang dapat merusak rencana perjalanan Anda.

Hal Menarik di Desa Yagyu

The fame Masaki-saka Kenzen Dojo in Yagyu Village that teaches the Yagyu Shinkage-ryu style of swordsmanship

Meski berada di lokasi yang terpencil, Desa Yagyu menyimpan berbagai objek wisata menarik selain batu Itto-seki. Berikut adalah beberapa lokasi utama yang patut dikunjungi selama berada di sana:

  • Batu Itto-seki: Destinasi utama di Desa Yagyu yang diyakini sebagai tempat Sekishusai menebas batu hingga terbelah. Popularitasnya melonjak pesat berkat kepopuleran Kimetsu-no-Yaiba, dan kini terdapat wadah berisi katana mainan di dekat batu tersebut bagi pengunjung yang ingin berpose ala karakter anime.
  • Kuil Amano Iwatate: Kuil berukuran kecil yang terletak tepat sebelum area Itto-seki. Alih-alih menggunakan bangunan aula utama konvensional, kuil ini menjadikan bongkahan batu besar sebagai altar suci dan dipercaya sebagai titik pusat energi spiritual oleh masyarakat setempat.
  • Dojo Masaki-saka Kenzen: Meskipun bangunan yang berdiri saat ini merupakan rekonstruksi dari tahun 1953, dojo ini dan bangunan pendahulunya telah lama menjadi tempat pelatihan aliran ilmu pedang Yagyu Shinkage-ryu. Pengunjung umumnya tidak diperkenankan masuk ke dalam, tetapi bangunan ini tetap layak disinggahi dalam perjalanan menuju Itto-seki.
  • Kuil Jingozan Hotoku-ji: Terletak di bukit di atas dojo, kompleks ini merupakan kuil keluarga klan Yagyu. Dengan tiket masuk seharga 200 yen, pengunjung dapat melihat langsung koleksi naskah kuno mengenai seni bela diri serta beberapa perlengkapan perang milik keluarga Yagyu.
  • Kyu Yagyu-han Karo Yashiki: Kompleks kediaman samurai bekas tempat tinggal Oyamada Shurei, kepala penasihat keuangan klan Yagyu, yang terletak di sisi lembah yang berbeda dari kebanyakan objek wisata lainnya.

Untuk melengkapi pengalaman berkunjung, mempelajari latar belakang sejarah melalui literatur mengenai Sekishusai akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai warisan klan Yagyu. Keluarga samurai ini dulunya pernah menjadi instruktur seni pedang pribadi bagi para shogun Tokugawa, sebuah pencapaian luar biasa bagi keluarga yang berasal dari wilayah pedesaan terpencil.

Bagi para penikmat sejarah yang mengagumi kiprah Sekishusai, kompleks pemakaman Yagyu yang berada di sepanjang jalur menuju Itto-seki juga patut disinggahi untuk memberikan penghormatan terakhir. Di tempat ini terdapat deretan batu nisan Buddhis kuno, termasuk makam tempat persemayaman terakhir Sekishusai dan para kepala klan Yagyu lainnya.

Destinasi Wisata di Sekitar

A illustration of a ninja stealthily stalking his enemy in Iga-Ueno near Yagyu Villages and the Itto-seki

Taman Nara merupakan pilihan destinasi terdekat bagi wisatawan yang kembali ke kota menggunakan bus. Namun, jika Anda mencari pengalaman yang tidak biasa, Stasiun Kasagi yang berada tidak jauh dari sana dapat menjadi titik awal untuk mengunjungi Iga-Ueno, wilayah yang dikenal sebagai pusat kelahiran tradisi ninja.

Kawasan Iga-Ueno menawarkan wawasan sejarah mengenai kehidupan ninja yang jauh berbeda dari penggambaran fiktif dalam industri perfilman modern. Mengunjungi kawasan ini akan memberikan perspektif baru yang menarik seputar budaya shinobi di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *