Sebuah daftar produk di toko online tampaknya telah membocorkan studio pengembang yang berada di balik pembuatan Zelda: Ocarina of Time versi daur ulang. Seiring dengan semakin banyaknya studio yang dilibatkan Nintendo untuk menggarap berbagai waralaba game mereka, para penggemar kerap bertanya-tanya mengenai tim mana yang dipercaya untuk menghidupkan kembali game klasik tersebut. Informasi terbaru ini mungkin telah memberikan titik terang, meski statusnya masih belum dikonfirmasi secara resmi.
Isu mengenai pengembangan ulang Zelda: Ocarina of Time telah beredar cukup lama sebelum akhirnya diumumkan secara resmi pada bulan Juni lalu. Sejauh ini, detail mengenai proyek daur ulang salah satu game terfavorit dalam seri Zelda tersebut masih sangat minim, dengan hanya sebuah cuplikan video singkat yang dirilis saat pengumumannya. Situasi ini membuat para gamer antusias mencari berbagai informasi sekecil apa pun, hingga akhirnya komunitas menemukan sebuah petunjuk penting.
Dugaan Studio Pengembang Bocor Melalui Toko Retail




Berdasarkan temuan yang pertama kali dibagikan melalui platform Reddit, peritel asal Norwegia, Elkjöp, sempat mencantumkan halaman pemesanan untuk The Legend of Zelda: Ocarina of Time versi remake. Dalam deskripsi daftar tersebut, Monolith Soft tertulis sebagai pengembang game tersebut. Studio ini sebelumnya telah sering bekerja sama dengan Nintendo dalam menggarap berbagai judul game, termasuk proyek konsol Switch 2 seperti Splatoon Raiders dan Mario Kart World. Rekam jejak Monolith Soft dengan waralaba Zelda sendiri sudah terjalin sejak era Skyward Sword.
Kendati demikian, peritel Elkjöp kemudian memperbarui halaman produk tersebut dan mengganti keterangan pengembangnya secara umum menjadi sekadar “Nintendo”. Para penggemar diimbau untuk tidak langsung menelan informasi ini secara mentah-mentah, mengingat belum dapat dipastikan apakah pencantuman awal tersebut merupakan murni kesalahan teknis atau kebocoran informasi yang tidak disengaja sebelum waktunya.
Monolith Soft pertama kali didirikan pada tahun 1999 dan merilis proyek perdana mereka, Xenosaga Episode 1, pada tahun 2002. Sejak saat itu, studio tersebut telah memproduksi berbagai judul dari seri Xenosaga dan Xenoblade, serta terlibat dalam penggarapan Project X Zone dan Dirge of Cerberus: Final Fantasy 7. Nintendo resmi mengakuisisi Monolith Soft secara penuh pada tahun 2024, meskipun mereka telah menjadi pemegang saham mayoritas sejak 2007.
Dimulai dari Super Smash Bros. Brawl, Monolith Soft telah berkontribusi pada banyak game keluaran Nintendo, mulai dari Animal Crossing: New Leaf hingga New Horizons, seluruh seri Splatoon, serta judul-judul besar Zelda seperti A Link Between Worlds, Breath of the Wild, dan Tears of the Kingdom.
Pihak Monolith Soft sebelumnya pernah menyatakan bahwa mereka akan terus beroperasi sebagai studio pendukung untuk proyek-proyek Zelda di masa mendatang, yang semakin memperkuat dugaan bahwa mereka mungkin bertanggung jawab atas pengembangan ulang Ocarina of Time. Namun, ada pula argumen yang melemahkan teori ini, terutama karena Monolith Soft saat ini juga tengah menggarap game terbaru berjudul Xenoblade Genesis. Meski demikian, dengan jadwal rilis Ocarina of Time yang dijadwalkan pada tahun 2026 dan Xenoblade Genesis yang baru akan meluncur pada tahun berikutnya, ada kemungkinan besar bahwa Ocarina of Time sempat menjadi fokus utama studio tersebut hingga beberapa waktu lalu.
Untuk saat ini, para penggemar harus bersabar menunggu pengumuman resmi dari kanal-kanal informasi yang valid, yang tampaknya tidak akan memakan waktu lama. Berbagai rumor mengindikasikan bahwa Nintendo akan tetap pada jadwal rutin mereka untuk mengadakan acara Nintendo Direct pada bulan September, dengan beberapa spekulasi yang bahkan mencuat melalui pihak Ubisoft. Mengingat status Ocarina of Time sebagai salah satu waralaba penting…

via elkjop
Image via Nintendo







