Bagi para penggemar game aksi yang masih merindukan petualangan ritme penuh gaya dari Hi-Fi Rush, game Steam berjudul Stupid Never Dies bisa menjadi alternatif menarik untuk dicoba sembari menantikan kelanjutan sekuelnya. Meskipun mengusung konsep yang berbeda, game ini menawarkan nuansa ceria dan aksi memukau yang sekilas mengingatkan kita pada mahakarya Tango Gameworks tersebut.
Perbedaan paling mencolok antara kedua judul ini terletak pada temanya. Jika Hi-Fi Rush mengajak pemain masuk ke dunia berbasis musik di mana serangan harus diselaraskan dengan ketukan lagu, Stupid Never Dies justru memanfaatkan kekuatan para mayat hidup. Alih-alih mengendalikan pahlawan super yang memanfaatkan musik, game ini menempatkan pemain sebagai “zombie paling lemah yang pernah ada” bernama Davy.
Bagi pengguna Steam yang tertarik mencobanya, Stupid Never Dies dijadwalkan rilis pada 21 Oktober. Game ini dibanderol dengan harga $50, sementara edisi Glorious Idiot menawarkan akses awal selama dua hari bagi pemain yang merogoh kocek $60.
Stupid Never Dies Punya Deretan Fitur Menarik
- MENGIKUTI kisah Davy, zombie yang sangat lemah namun bertekad menjadi kuat demi menghidupkan kembali orang yang dicintainya.
- BERTRANSFORMASI menjadi 11 makhluk berbeda, masing-masing dengan kemampuan bertarung yang unik.
- MENGGANTI bagian tubuh Davy dengan perlengkapan peningkat statistik yang memungkinkan kombinasi build tanpa batas.
- MENGAKTIFKAN kemampuan Ultimate bernama Davy Burst yang mengubah realitas dan memperkuat setiap serangan.
- BERTARUNG melawan manusia serigala, vampir, harpy, manusia kadal, dan banyak lagi.
Bukan cuma angka damage penuh warna, efek gerakan, serta lingkungan sekitar yang membuat aksi dalam Stupid Never Dies tampak memukau secara visual, tetapi unsur sinematiknya juga terlihat luar biasa. Beruntungnya, game besutan GPTRACK50 ini tidak hanya mengandalkan estetika, melainkan juga kedalaman mekanik permainan. Studio pengembang ini didirikan oleh para veteran pengembang game aksi, yang menjadi jaminan kualitas tersendiri bagi kesuksesan game tersebut.
Mekanik dalam Stupid Never Dies dirancang untuk memaksimalkan premis utamanya, yaitu mengubah zombie terlemah di dunia menjadi sosok yang sangat perkasa. Untuk mencapai tujuan ini, pemain dapat menempuh dua jalur peningkatan bagi Davy sang protagonis. Pertama, pemain bisa mengganti bagian tubuh zombifikasinya dengan perlengkapan Overtech yang diperoleh dari musuh-musuh di sepanjang permainan. Penggantian tubuh ini tidak hanya memberikan akses ke kemampuan pasif dan aktif, tetapi juga peningkatan statistik untuk variasi karakter yang luas. Metode kedua disebut Style Eat, yang kembali menonjolkan keunikan karakter sebagai pengendali zombie.
Saat Davy menebas gelombang demi gelombang manusia serigala, vampir, harpy, hingga manusia kadal, ia akan berhadapan dengan musuh elit serta bos dalam pertarungan yang menuntut strategi berbeda. Setelah mengalahkan makhluk seperti Golem raksasa atau wyvern, Davy dapat memakan inti tubuh mereka. Aksi ini memungkinkannya berubah wujud menjadi musuh yang telah dikalahkan atau menggunakan kekuatan mereka. Berubah menjadi manusia serigala atau memanggil pasukan kerangka hanyalah beberapa kemampuan dahsyat yang bisa dilepaskan, dan semuanya dapat ditingkatkan lebih jauh menggunakan Davy Burst—sebuah mode mirip Spartan Rage dalam God of War di mana Davy mengubah area sekitar menjadi arena bertarung bernuansa punk rock dengan peningkatan damage serangan yang drastis.
Kisah Stupid Never Dies Hadirkan Humor dan Emosi
Perjalanan Davy dalam menyelamatkan Julia yang membeku dipenuhi dengan bumbu humor khas serta elemen emosional yang menyentuh hati, menjadikan pengalaman bermainnya semakin berkesan bagi para penikmat genre aksi RPG di platform PC.








