Pada 12 Agustus, PIXTA Inc. secara resmi meluncurkan kembali Anipops sebagai platform streaming anime berdurasi pendek yang ditujukan untuk penonton global. Peluncuran ini dibarengi dengan pembentukan studio internal baru yang memproduksi berbagai judulnya menggunakan teknologi kecerdasan buatan generatif, dengan lima seri orisinal yang langsung dirilis saat hari pertama.
PIXTA dikenal sebagai pengelola pasar konten stok terbesar di Jepang dan belakangan ini memperluas lini bisnisnya ke sektor lisensi data gambar serta video untuk keperluan pelatihan AI. Anipops sendiri pertama kali diperkenalkan pada Maret 2026 sebagai situs pengiriman karya bagi para kreator AI independen, sebelum akhirnya dirombak total menggunakan model studio. Sementara itu, fitur unggahan aslinya tetap dipertahankan secara terpisah melalui layanan Anipops Creators.
Langkah ini diambil di tengah situasi industri anime yang masih diliputi perdebatan seputar penggunaan AI generatif. Pada Oktober 2025, CODA secara resmi meminta OpenAI untuk menghentikan pelatihan model mereka menggunakan karya dari perusahaan anggotanya. Langkah serupa juga diambil oleh Association of Japanese Animations yang mengeluarkan pernyataan bersama dengan para penerbit serta Japan Cartoonists Association. Selain itu, para pengisi suara di Jepang sempat menggelar kampanye NOMORE無断生成AI (NOMORE AI Generatif Tanpa Izin) pada tahun 2024 untuk menuntut standar persetujuan dan transparansi.
Anime Corner berkesempatan mewawancarai Presiden sekaligus CEO PIXTA, Daisuke Komata, untuk membahas lebih dalam mengenai platform tersebut, proses produksinya, serta tanggapan mereka terhadap berbagai kekhawatiran publik terkait AI. Wawancara yang dilakukan melalui surat elektronik ini disajikan secara lengkap di bawah ini.
Wawancara Eksklusif Bersama CEO PIXTA, Daisuke Komata
Q: Anipops awalnya diluncurkan pada Maret 2026 sebagai wadah pengiriman bagi kreator AI independen, lalu kini beralih menjadi model studio internal. Pembelajaran apa yang Anda dapatkan dari fase awal tersebut sehingga model berbasis studio ini dianggap perlu?
A: Fase situs pengiriman karya sebelumnya telah membuktikan betapa bernilai memiliki ruang terbuka di mana berbagai ragam karya kreatif dapat dibagikan. Namun, kami menyadari bahwa untuk menyajikan sebuah cerita yang berjalan konsisten dan berkelanjutan dalam bentuk serial panjang, diperlukan struktur yang mampu mengawasi seluruh proses dari tahap perencanaan hingga pengendalian kualitas. Oleh karena itu, kami beralih ke model berbasis studio. Meskipun demikian, kami tetap menyediakan ruang bagi kreator independen untuk mengirimkan karya mereka serta terhubung dengan para penggemar melalui Anipops Creators (anipops.com/creators). Lingkungan ini terus dikembangkan agar para kreator tetap memiliki tempat untuk mempublikasikan karya anime mereka dan berinteraksi langsung dengan penonton.
Q: Ketika PIXTA menyatakan bahwa seluruh proses dari perencanaan, penulisan naskah, hingga animasi dikerjakan secara internal, seperti apa praktiknya dalam alur kerja nyata? Bisakah Anda jelaskan bagaimana sebuah episode dibuat dari naskah hingga hasil akhir, dan berapa banyak orang yang terlibat?
A: Anipops Studio memegang kendali penuh atas keseluruhan proses, mulai dari menentukan arah proyek dan penulisan naskah, pengawasan kualitas video, hingga keputusan akhir penayangan. Untuk materi dasarnya, beberapa karya menggunakan naskah murni orisinal, sementara yang lainnya diadaptasi dari novel eksternal yang telah kami kantongi izinnya. Dalam setiap episode, begitu naskah rampung, kami terlebih dahulu memastikan arah visual melalui sketsa kasar, kemudian melanjutkan ke tahap produksi video menggunakan AI generatif. Episode tersebut kemudian diselesaikan melalui tahap peninjauan serta koreksi oleh manusia. Jumlah orang yang terlibat bervariasi untuk setiap karya sehingga sulit disebutkan dalam satu angka pasti, namun kami menerapkan sistem di mana banyak pihak melakukan peninjauan pada setiap tahap produksi.
Q: Model generatif apa saja yang digunakan oleh Anipops Studio dalam proses produksi, dan data apa yang menjadi bahan pelatihan model tersebut?
A: Kami menggunakan kombinasi beberapa layanan AI generatif eksternal dalam proses produksi. Mengingat teknologi ini berkembang sangat pesat dan kami terus mengevaluasi perangkat mana yang digunakan, kami memilih untuk tidak mengungkap nama layanan secara spesifik untuk saat ini. Terkait data pelatihan, kami tidak melatih model sendiri secara internal. Untuk karya yang diadaptasi dari sumber berlisensi, kontrak kami telah menetapkan secara tegas bahwa karya asli tersebut tidak digunakan sebagai data pelatihan.
Q: PIXTA memberikan kebebasan bagi para kontributor stok untuk memilih keluar dari penggunaan pelatihan AI, dan kemudian memutuskan untuk berhenti menerima kiriman konten buatan AI ke pustaka stok karena tingginya permintaan pembeli akan konten buatan manusia. Bagaimana Anda menyelaraskan keputusan tersebut dengan peluncuran studio anime berbasis AI?
A: Bisnis stok dan Anipops memiliki tujuan yang berbeda. Pada lini bisnis stok, kami memang berhenti menerima “materi buatan AI” per 22 Mei 2026, tetapi hal ini sama sekali bukan berarti kami berniat menolak aktivitas kreatif yang memanfaatkan AI. Alasannya adalah volume konten buatan AI terkumpul dalam waktu singkat sehingga menyulitkan pembeli menemukan konten yang mereka cari, di sisi lain permintaan terhadap karya fotografi dan ciptaan asli dari kreator justru meningkat. Kami tetap menerima karya yang menggunakan AI sebatas sebagai alat bantu, selama tidak mengubah secara drastis karya yang dipotret atau dibuat sendiri oleh kreator tersebut. Bisnis stok berfokus menyediakan konten yang dicari pembeli, dan kami menyesuaikan kebijakan demi merespons perubahan permintaan tersebut. Di sisi lain, Anipops berfokus pada karya yang kami rencanakan dan produksi sendiri, di mana AI dipandang sebagai salah satu teknologi pendukung produksi. Kami percaya bahwa menghargai kreativitas manusia dan merangkul AI sebagai sarana ekspresi baru bukanlah hal yang saling bertentangan dan dapat berjalan berdampingan di perusahaan kami.
Q: Apakah ada konten dari pustaka PIXTA yang digunakan dalam mengembangkan atau menyempurnakan model di balik kelima seri ini? Jika ya, bagaimana keterlibatan para kontributornya?
A: Tidak ada satu pun konten dari pustaka PIXTA yang digunakan dalam produksi Anipops, termasuk untuk kelima seri awal ini.
Q: Kelima serial ini mencantumkan “Anipops Studio” sebagai kreator alih-alih menyebutkan nama individu. Apakah Anda berencana untuk mencantumkan kredit per episode untuk para penulis, penerjemah, sutradara, seniman, dan komposer yang terlibat, serta memberikan label yang jelas pada konten buatan AI di platform ini?
A: Untuk karya yang diadaptasi dari materi berlisensi, kami berencana mencantumkan nama penulis asli beserta judul karya aslinya sesuai dengan ketentuan kontrak. Saat ini, kami belum memiliki rencana untuk mempublikasikan nama staf secara individu, seperti penulis atau sutradara, ataupun memberikan label khusus yang menyatakan bahwa konten tersebut dibuat oleh AI. Kendati demikian, kami akan selalu mematuhi aturan pelabelan atau transparansi yang diwajibkan oleh hukum dan regulasi yang berlaku di masing-masing wilayah.
Q: Konsistensi karakter dan visual sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam video hasil generatif. Bagaimana Anipops Studio menjaga kestabilan tampilan visual sepanjang serial yang memiliki delapan hingga lima belas episode?
A: Kami menetapkan panduan terperinci mengenai karakter serta latar dunia cerita sejak awal, lalu menjaga konsistensi visual dengan menggunakan referensi karya seni dan pengaturan yang sama saat memproduksi tiap episode. Hasil rekaman video yang dihasilkan kemudian ditinjau langsung oleh tim manusia untuk memastikan standar kualitas tersebut terpenuhi, serta melalui proses ulasan berlapis dari beberapa staf sebelum sebuah episode dirilis.
Q: Apakah pengisian suara dalam serial ini dilakukan oleh pengisi suara profesional atau dihasilkan oleh AI? Jika menggunakan AI, bagaimana penanganan izinnya, dan apa tanggapan Anda terhadap kekhawatiran yang disuarakan melalui kampanye NOMORE無断生成AI pada Oktober 2024?
A: Untuk urusan pengisian suara, kami memanfaatkan layanan AI generatif eksternal dan beroperasi sesuai dengan ketentuan layanan serta persyaratan kontrak dari masing-masing penyedia. Kami menyikapi secara serius meningkatnya kekhawatiran publik mengenai perlindungan suara dan hak-hak para pengisi suara maupun penampil. Kami akan terus memantau perkembangan di industri ini serta mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan yang diperlukan.
Q: Pada Oktober 2025, CODA secara resmi meminta OpenAI untuk menghentikan pelatihan menggunakan karya perusahaan anggota, dan AJA mengeluarkan pernyataan bersama dengan para penerbit serta Japan Cartoonists Association. Sebagai perusahaan Jepang yang memproduksi anime menggunakan AI, di mana posisi Anipops menyikapi pernyataan-pernyataan tersebut?
A: Kami memandang serius pernyataan yang dikeluarkan oleh berbagai organisasi industri dan perusahaan terkait. Kami menyadari bahwa menghormati aspirasi para kreator dan pemegang hak cipta merupakan isu penting bagi kami, dan diskusi serta kajian internal mengenai hal ini masih terus berlanjut.
Q: Di Amerika Serikat, karya yang dihasilkan tanpa keterlibatan kepengarangan manusia yang memadai saat ini dianggap tidak memenuhi syarat untuk perlindungan hak cipta. Jika karya orisinal Anipops tidak dapat dilindungi sepenuhnya di pasar utama luar negeri, bagaimana hal tersebut memengaruhi rencana lisensi atau ekspansi Anda?
A: Kami menyadari bahwa undang-undang dan praktik hak cipta berbeda di setiap negara serta wilayah. Rencana ekspansi global kami sedang dipertimbangkan secara matang dengan menyesuaikan kerangka hukum yang berlaku di masing-masing yurisdiksi.
Q: Pekerjaan animasi tingkat pemula, khususnya pembuatan gambar antara (in-between) dan latar belakang, merupakan tahap dengan bayaran terendah dalam industri anime Jepang sekaligus tahap yang paling sering digantikan oleh AI. Di tahap inilah sebagian besar animator membangun keterampilan dasar sebelum naik ke posisi animator kunci dan sutradara. Apa tanggapan Anda kepada para animator yang melihat studio seperti ini sebagai pihak yang menghilangkan langkah awal tersebut?
A: Kami memahami bahwa pekerjaan in-between dan latar belakang adalah titik awal bagi perjalanan karier banyak animator. Kehadiran Anipops sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggantikan lingkungan produksi ataupun jalur karier yang sudah ada sebelumnya. Sebagian besar individu yang terlibat dalam produksi kami justru tidak memiliki pengalaman sebelumnya di bidang produksi animasi. Kami melihat inisiatif ini sebagai upaya untuk membuka pintu masuk baru ke dalam dunia produksi animasi bagi orang-orang yang sebelumnya belum pernah berkecimpung di industri ini.
Q: Apa yang terjadi pada para kreator yang mengunggah karya mereka selama fase situs pengiriman? Layanan Anipops Creators memang tetap berjalan, namun fokus komersial kini telah beralih ke judul-judul internal. Apakah ada jalur bagi kreator komunitas agar karya mereka dapat diberi imbalan atau ditampilkan di platform utama?
A: Kami terus mengoperasikan Anipops Creators sebagai wadah bagi para kreator untuk menyalurkan kreativitas mereka. Saat ini, kami tengah mengkaji bagaimana platform tersebut dapat terhubung dengan layanan utama kami serta seperti apa bentuk skruktur kompensasi yang ideal.
Q: Dengan harga 19,99 dolar per bulan, tarif langganan Anipops berada di kisaran atau bahkan lebih tinggi dari layanan lain yang memiliki katalog jauh lebih besar, ditambah opsi pembayaran 50 sen per episode serta opsi menonton dengan iklan. Bagaimana Anda merumuskan struktur harga tersebut, dan tier mana yang Anda perkirakan akan paling banyak digunakan oleh penonton?
A: Kami merancang struktur harga ini dengan mempertimbangkan nilai konten, pengalaman menonton, serta kisaran harga dari layanan serupa di luar negeri. Harga ditetapkan dalam mata uang yen untuk domestik dan dolar AS untuk pasar internasional dengan memperhitungkan kondisi lokal. Karena layanan ini baru saja diluncurkan, kami masih memantau pola penggunaan untuk menentukan tier mana yang nantinya akan paling diminati oleh pengguna.
Q: Peluncuran ini mengarah pada peluang pasar drama pendek vertikal di China. Di pasar tersebut, konten buatan AI kini mendominasi produksi dan pendapatan per episodenya merosot tajam akibat persaingan yang terlalu padat. Apa yang membuat Anda yakin Anipops dapat menghindari tekanan serupa? Terkait hal ini, Anda sempat menyebutkan potensi kolaborasi di masa depan dengan IP yang sudah ada. Apakah sudah ada pemegang hak cipta yang menunjukkan ketertarikan sejauh ini?
A: Kami tentu memantau tren yang sedang terjadi di pasar China. Mengenai kerja sama dengan IP yang sudah ada, kami belum memiliki rencana konkret untuk saat ini, namun kami tetap melihat hal tersebut sebagai salah satu peluang di masa mendatang.
Q: Anda meluncurkan layanan ini di hadapan audiens yang secara umum menentang penggunaan AI generatif dalam anime. Apakah Anda mengantisipasi hal tersebut, dan apa pesan Anda kepada penggemar yang telah memutuskan secara prinsip untuk tidak menonton anime hasil produksi AI?
A: Kami sangat menyadari berbagai kekhawatiran seputar AI generatif, dan kami sama sekali tidak berniat mengabaikan suara-suara tersebut. Secara historis, produksi anime selalu memiliki hambatan masuk yang cukup tinggi bagi banyak orang. Kami melihat potensi yang sangat besar pada AI sebagai sarana yang memungkinkan siapa saja untuk mengekspresikan visi kreatif mereka. Anipops tidak bertujuan untuk menggantikan budaya anime yang sudah ada, melainkan hadir sebagai salah satu alternatif pilihan baru di tengah banyak opsi lainnya.
Terima kasih kami ucapkan kepada Daisuke Komata yang telah meluangkan waktu untuk menjawab berbagai pertanyaan, serta kepada PIXTA yang telah memfasilitasi terselenggaranya wawancara ini.








