Bentuk Sempurna dari Ultra Instinct dalam wujud raksasa milik Goku sering kali disamakan dengan Susanoo dari serial Naruto. Kemampuan unik ini dijadwalkan secara resmi akan kembali hadir pada tahun 2027. Sepanjang penampilannya di manga Dragon Ball Super, Goku baru memperlihatkan wujud raksasa ini sebanyak dua kali: pertama saat menghadapi Moro di babak akhir arc Galactic Patrol, dan yang kedua ketika melawan Gas dalam arc Granolah the Survivor.
Bagi yang belum tahu, Goku mampu memproyeksikan semacam avatar spiritual berukuran masif—bahkan bisa setara atau lebih besar dari Susanoo—ketika cerita memasuki arc Galactic Patrol di Dragon Ball Super. Kala itu, musuh utama yang harus dihadapi adalah Moro, sosok penjahat yang menjadi ancaman besar setelah menyerap kekuatan milik Merus. Dalam situasi terdesak di mana teknik biasa tidak mempan, Goku mengerahkan Ultra Instinct ke tingkat yang lebih tinggi hingga memunculkan tiruan raksasa dirinya sendiri. Wujud raksasa energi ini memberinya keunggulan fisik mutlak untuk menaklukkan musuh yang mengancam keselamatan bumi tersebut.
Wujud Raksasa Ultra Instinct di Xenoverse 3
Para penggemar kini berpeluang untuk menggunakan kemampuan tersebut dalam rilisan mendatang, Dragon Ball Xenoverse 3. Dalam wawancaranya bersama TheGamer, produser Masayuki Hirano mengungkapkan bahwa arc Galactic Patrol tidak akan langsung tersedia saat game dirilis karena alur cerita manga tersebut diumumkan setelah proses pengembangan berjalan. Kendati demikian, ia menyebutkan bahwa arc Galactic Patrol dipersiapkan sebagai salah satu pembaruan berkala pertama yang akan meluncur tidak lama setelah game tersebut rilis di awal tahun 2027.
Meski belum ada kepastian mutlak apakah wujud raksasa ini bisa dimainkan secara langsung, kemunculan arc Galactic Patrol hampir pasti akan melibatkan sosok Moro. Jika Moro benar-benar hadir di dalam game, maka kekuatan Goku mau tidak mau harus ditingkatkan melampaui batas yang ada saat ini. Terlepas dari bagaimana bentuk implementasinya nanti, banyak penggemar yang menantikan kehadiran transformasi tersebut sebagai bagian dari mekanisme pertarungan maupun opsi kustomisasi karakter.
Selain itu, pihak pengembang menyatakan niat mereka untuk memberikan dukungan jangka panjang bagi Dragon Ball Xenoverse 3, serupa dengan apa yang mereka lakukan pada Dragon Ball Xenoverse 2. Kebijakan ini membuka peluang lebar bagi konten eksklusif manga untuk diadaptasikan ke dalam game. Bagi para penggemar yang sudah lama menantikan kehadiran materi dari Dragon Ball Super versi manga di dalam permainan video, judul ini menjanjikan pengalaman yang semakin menarik setelah resmi diluncurkan.
Sambil menunggu, para penggemar juga dapat menantikan pemutaran ulang atau remake dari Dragon Ball Super: Beerus yang dijadwalkan rilis pada Oktober 2026, serta kelanjutan cerita dari manga Dragon Ball Super. Meskipun ada banyak hal yang harus dinantikan, penantian tersebut diyakini akan sepadan dengan hasilnya.








