Home / Anime / Nightfall Travelers: Leave Only Footprints & the Serenity of Scenery

Nightfall Travelers: Leave Only Footprints & the Serenity of Scenery

1786321638 045b78b57d96a01039cdbc9868ab14d2 1024x576 1

Rasa penasaran sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kekanak-kanakan dan harus ditinggalkan seiring bertambahnya usia. Padahal, sifat inilah yang mendorong inovasi, penjelajahan, serta kreativitas. Sayangnya, banyak orang mengira dunia ini sudah tidak memiliki misteri lagi. Namun, anggapan tersebut dipatahkan oleh manga karya Tomohi yang berjudul Nightfall Travelers: Leave Only Footprints atau dikenal juga sebagai Yuuyake Trip.

Sekilas, cerita tentang mematahkan mitos hantu dan investigasi supranatural mungkin terdengar biasa saja. Biasanya, ketika hal-hal fantastis berhasil dibuktikan sebagai kebohongan, nuansa misteriusnya akan memudar. Akan tetapi, pendekatan polos serta gaya visual tingkat tinggi dari Tomohi justru berhasil menarik pembaca ke dalam cerita. Batas antara pembaca dan karakter melebur, membuat kita merasa ikut serta menyusuri jalan bersama mereka alih-alih sekadar membaca.

Ulasan ini membahas dua volume pertama dari manga Nightfall Travelers: Leave Only Footprints tanpa memberikan bocoran besar (spoiler).

Nightfall Travelers — Percayakah Anda pada Hantu?

Bagi Fujimo Amemura, ajakan untuk pergi ke tempat berhantu secara mendadak dari Akane Ninamori menjadi awal mula dari petualangan mereka. Akane merupakan anggota klub koran sekolah yang jarang aktif, dan kunjungan ke berbagai lokasi paranormal di kota ini dilakukan demi memenuhi tugas liputan. Bersama-sama, kedua siswi ini rutin mendatangi tempat-tempat angker sepulang sekolah. Namun, alih-alih menemukan makhluk halus, hantu, atau yokai, mereka justru selalu berhasil mematahkan mitos tersebut dengan cepat.

Nightfall Travelers: Leave Only Footprints pages 8 and 9.

Dari segi cerita, Nightfall Travelers tergolong sangat sederhana. Alurnya berulang dengan pola di mana kedua tokoh utama mencari hantu, menikmati kebersamaan, hari pun berakhir tanpa penampakan nyata, lalu kisah berlanjut kembali keesokan harinya. Kendati demikian, pembaca tetap terpikat karena mampu merasakan atmosfer yang disampaikan seperti tiupan angin sepoi-sepoi, hawa dingin, hingga rasa penasaran terhadap hal yang belum diketahui, berkat kekuatan karya seni Tomohi yang memukau.

“Seandainya Aku Bisa Terus Berada di Jalan Pulang Ini Selamanya.”

Seni dalam manga ini bekerja selaras dengan narasinya. Tomohi menggunakan gaya visual bernuansa cat air yang dipadukan secara luar biasa dengan permainan cahaya serta warna. Suasana kota pegunungan yang padat digambarkan sedemikian rupa hingga memunculkan kesan sesak yang kuat, sementara area terbuka digambarkan dengan cakrawala luas tanpa batas. Ilustrasi ini berhasil membuat pembaca ikut merasakan kondisi emosional dan lingkungan yang dihadapi para karakternya.

Nightfall Travelers: Leave Only Footprints full colored pages.

Tomohi’s blending of colors and light paints scenes so enchanting that your brain tricks you into believing it’s seeing them in a first-person POV.

“Meskipun Ini Adalah Kota Kelahiranku, Aku Tidak Begitu Mengenal Jalan-Jalan yang Tidak Perlu Aku Lewati…”

Di dalam cerita, Akane sempat menyinggung bahwa dirinya kerap melupakan tempat-tempat yang sering ia lewati dan enggan mendatangi lokasi yang tidak memiliki kepentingan baginya. Sikap acuh tak acuh semacam ini sering kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari, di mana kita kerap berasumsi bahwa masih banyak waktu atau merasa bahwa lingkungan sekitar bukanlah urusan kita.

Namun, petualangan Akane dan Fujimo dalam Yuuyake Trip berhasil menularkan semangat untuk menjelajahi hal-hal baru di sekitar kita. Manga ini mengingatkan pembaca bahwa keindahan tidak hanya ditemukan pada perjalanan jauh yang megah, melainkan juga tersimpan di sudut-sudut lokal yang jarang dikunjungi. Rasa takjub akan selalu menyambut siapapun yang mau mencarinya.

Nightfall Travelers: Leave Only Footprints pages 112 and 113.

Nightfall Travelers: Leave Only Footprints volume 1, pages 36 and 37.

These pages completely rewrote my understanding of how emotions can be framed by the scene’s ambient light.

Detail Publikasi Nightfall Travelers: Leave Only Footprints

Tomohi bertindak sebagai penulis sekaligus ilustrator untuk Yuuyake Trip, yang telah diserialisasikan melalui situs Comic Fuz milik Houbunsha sejak debutnya pada Desember 2019. Versi berbahasa Inggris diterbitkan oleh Seven Seas Entertainment. Saat ini, baru dua dari lima volume total yang telah tersedia dalam bahasa Inggris, sementara volume ketiga dijadwalkan rilis pada Desember 2027.

Semua gambar © Tomohi / Houbunsha
Copyright Disclaimer — Under Section 107 of the Copyright Act of 1976: Allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education, and research.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *