Home / Anime / Eksklusif: HIDIVE Dapatkan Hak Tayang The World Is Dancing untuk Musim Panas 2026

Eksklusif: HIDIVE Dapatkan Hak Tayang The World Is Dancing untuk Musim Panas 2026

1781744309 eb73e9fe09d87342ae2d9d96a8e8ec56 1024x576 1

Layanan streaming anime HIDIVE di bawah naungan AMC Global Media mengonfirmasi bahwa The World Is Dancing akan bergabung dalam jajaran penayangan simulcast musim panas 2026. Proyek anime yang diadaptasi dari manga sejarah karya Kazuto Mihara ini berfokus pada akar sejarah teater Noh. Serial ini diproduksi bersama oleh Shochiku dan CyberAgent, dengan studio animasi Cypic (yang sebelumnya dikenal sebagai CygamesPictures) yang bertanggung jawab atas produksinya.

Sebelumnya, proyek ini juga sukses meraih Penghargaan Khusus dalam ajang Short Shorts Film Festival & Asia 2026 (SSFF & ASIA). Di kancah internasional, anime ini akan tayang secara eksklusif melalui HIDIVE untuk wilayah Amerika Serikat, Kanada, Australia, serta Selandia Baru. Episode perdana dijadwalkan rilis pada 29 Juni, sementara pemutaran perdana dunia untuk episode kedua akan menyusul di ajang Anime Expo 2026 pada 2 Juli.

Seiring dengan pengumuman tersebut, HIDIVE merilis visual utama serta video promosi perdana yang dilengkapi takarir bahasa Inggris melalui YouTube. Presiden HIDIVE, John Ledford, memberikan tanggapannya mengenai penayangan ini:

“Kami sangat antusias mempersembahkan drama sejarah yang sangat dinantikan, The World Is Dancing, sebagai bagian dari deretan eksklusif simulcast musim panas 2026 di HIDIVE. Disaksikan melalui sudut pandang Zeami, salah satu tokoh pendiri Noh di dunia nyata saat usianya menginjak 12 tahun, cerita ini menyajikan dramatisasi fiktif mengenai awal mula terbentuknya teater Noh. Perpaduan antara animasi yang memukau dan elemen klasik seni pertunjukan ini dijamin akan memikat penonton sejak detik pertama, membawa mereka melompati waktu ke Jepang abad ke-14 yang sarat nuansa abad pertengahan. The World Is Dancing tentu sangat sayang untuk dilewatkan!”

1780934385 c6a18569bd14aa90000bf259f49f4e83

Trailer perdana dari serial ini dapat disaksikan di bawah ini.

Jajaran pengisi suara utama untuk serial anime ini telah diumumkan sebelumnya, dilengkapi dengan susunan staf produksi yang profesional:

  • Simba Tsuchiya sebagai Ishiya
  • Maaya Uchida sebagai Kogane
  • Romi Park sebagai Zojiro
  • Katsuyuki Konishi sebagai Kan’ami
  • Haruki Ishiya sebagai Junigoro
  • Takahiro Sakurai sebagai Ashikaga Yoshimitsu
  • Nobuo Tobita sebagai Nijo Yoshimoto
  • Mamiko Noto sebagai Nariko
  • Inori Minase sebagai Chiharu
  • Hazuki Seto sebagai Satsuki
  • Yoji Matsuda sebagai Inuo
  • Miyuki Sawashiro sebagai Shirabyoshi

Pihak produksi memberikan perhatian khusus terhadap keaslian penampilan seni tradisional dalam anime ini. Reijiro Tsumura, seorang seniman Noh dari aliran Kanze sekaligus penyandang gelar Properti Budaya Takbenda Penting, turut dilibatkan sebagai pengawas koreografi Noh. Selain itu, koreografi tambahan ditangani oleh penari Kaiji Moriyama yang pernah mengarahkan Upacara Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020, bersama koreografer Mikiko Kawamura. Staf inti yang memimpin produksi anime ini meliputi:

  • Sutradara: Toshimasa Kuroyanagi (The Great Passage, Backflip!!)
  • Desain Karakter: Keigo Sasaki (The Millionaire Detective, Lonely Castle in the Mirror)
  • Kaligrafi/Desain Judul: Satoru Nemoto
  • Produksi Animasi: Cypic

Sinopsis Resmi

Seseorang tidak membutuhkan tarian untuk sekadar hidup. Pada tahun 1374, di tengah era penuh gejolak ketika Pengadilan Utara dan Selatan saling berseteru, shogun dari Pengadilan Utara bernama Ashikaga Yoshimitsu mulai memperkuat pengaruh kekuasaannya. Terlahir sebagai putra dari Kan’ami selaku pemimpin rombongan sarugaku Kanze, Oniyasha menjalani hari-harinya dengan menyimpan sebuah pertanyaan besar dalam benaknya: Untuk apa manusia menari? Jiwanya terus diliputi kebimbangan, sampai akhirnya ia menyaksikan sebuah tarian yang benar-benar “indah”. Dengan sifatnya yang penuh rasa ingin tahu, peka, serta memiliki pesona tersendiri, anak laki-laki tersebut bertemu dengan berbagai orang, tertawa, menangis, menghadapi kelemahan dirinya sendiri, dan perlahan mulai merintis bentuk tarian baru di tengah dunia yang fana.

Adaptasi anime ini bersumber dari manga enam volume karya Kazuto Mihara yang sebelumnya dimuat secara berseri di majalah Morning terbitan Kodansha. Versi bahasa Inggris dari manga aslinya dapat ditemukan melalui KODANSHA.


Sebelumnya, HIDIVE juga mengumumkan perolehan lisensi untuk penayangan The Forsaken Saintess and Her Foodie Road Trip in Another World yang dijadwalkan tayang pada musim panas 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *