Menjelang penampilan perdananya di Italia, komposer, produser, dan musisi terkenal Yoko Kanno membagikan berbagai pandangan menarik mengenai perjalanan karier, proses kreatif, serta sumber inspirasinya dalam sebuah wawancara eksklusif. Sang seniman dijadwalkan hadir sebagai salah satu tamu kehormatan dalam ajang Lucca Comics & Games, sebelum menggelar proyek solo pianonya yang bertajuk PIANO ME di Teatro Nazionale, Milan.
Direktur festival Emanuele Vietina mengungkapkan antusiasmenya atas kehadiran sang komposer legendaris. Karya-karya ikonik yang ia ciptakan untuk berbagai judul populer seperti Cowboy Bebop, Ghost in the Shell, dan Escaflowne telah menjadi tonggak penting dalam sejarah musik dan anime.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Yoko Kanno menceritakan banyak hal, mulai dari pandangannya tentang dunia hingga bagaimana ia memaknai sebuah karya seni. Berikut adalah rangkuman dari perbincangan tersebut:
Tentang Musik, Perjalanan, dan Inspirasi
Ketika ditanya mengenai musik latar untuk anime tentang kehidupannya sendiri, Kanno mengaku bahwa ia tidak memerlukan sebuah melodi. Baginya, suara alam seperti kicauan burung, deru angin, dan deburan ombak sudah lebih dari cukup.
Sebagai seorang pencinta buku, ia juga mengungkapkan ketertarikannya untuk menggarap proyek yang berfokus pada “dunia sebelum kata-kata”, di mana ia bisa mengeksplorasi suara-suara unik yang dimanipulasi oleh mesin dan elemen natural.
Pengalaman keliling dunia ke berbagai tempat seperti Selandia Baru, Islandia, hingga Brasil memberikannya pemahaman mendalam yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku panduan. Bagi Kanno, aroma, kelembapan, suasana kota, serta interaksi langsung dengan musisi lokal dan lingkungan sekitar adalah kunci utama dalam merajut sebuah karya.
Kolaborasi dan Pandangan Kreatif
Dalam memilih proyek kerja sama, Kanno lebih mengutamakan kecocokan dengan sang pembuat karya, mengingat proses kreatif adalah sebuah perjalanan hati yang panjang. Terkait penulisan tema karakter, ia tidak mencoba menebak karakter tersebut melebihi pembuat aslinya, melainkan berusaha menyelami sudut pandang dan perasaan dari sutradara atau pencipta aslinya.
Ia juga mengenang masa-masa pengerjaan Cowboy Bebop dan memuji kecintaan sutradara Shinichiro Watanabe terhadap musik, yang membuat karya tersebut tetap dicintai oleh penonton dari berbagai generasi meski telah berlalu hampir tiga dekade.
Perkembangan Teknologi dan Penampilan Langsung
Menanggapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini, Kanno berpendapat bahwa teknologi baru pasti akan berdampak pada berbagai bidang. Ia menyadari bahwa meskipun AI dapat diandalkan untuk berbagai tugas, teknologi tidak memiliki rasa sakit seperti yang dialami oleh manusia.
Menutup perbincangan, Kanno menyatakan rasa tidak sabarnya untuk menyapa para penggemar di Italia, merasakan energi besar di Lucca Comics & Games, serta membawakan pertunjukan intim melalui proyek PIANO ME di Milan yang terinspirasi dari kekagumannya pada para komposer besar Italia seperti Ennio Morricone dan Puccini.








