Serial anime komedi gelap Chainsmoker Cat, yang menyoroti kehidupan keras para gadis kucing antropomorfik dengan ketergantungan pada nikotin serta zat adiktif lainnya, resmi ditarik dari peredaran di wilayah Hong Kong oleh platform penayangan Animation Crazy. Perkhidmatan streaming tersebut merupakan platform resmi yang dikelola oleh forum internet asal Taiwan, Bahamut.
Kebijakan penghentian penayangan ini tampaknya hanya diberlakukan di Hong Kong saja, sementara serial tersebut masih dapat disaksikan secara normal di Taiwan. Melalui halaman resmi mereka di Facebook, pihak Animation Crazy wilayah Hong Kong mengumumkan bahwa mereka menerima surat resmi dari Departemen Kesehatan Hong Kong. Dalam surat tersebut, anime ini dinyatakan melanggar Undang-Undang Kesehatan Masyarakat (Merokok) Bagian 13B dan 14 yang mengatur tentang penyebaran “iklan produk merokok” secara daring. Pihak platform menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini serta mempersilakan pengguna di Hong Kong untuk mengajukan pengembalian dana jika merasa dirugikan.
Berdasarkan regulasi tersebut, pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 13B dapat dikenakan denda maksimal sebesar 50.000 HKD atau sekitar 6.400 USD. Selain itu, terdapat ancaman denda tambahan sebesar 1.500 HKD atau sekitar 191 USD untuk setiap harinya apabila pelanggaran tersebut terus berlanjut.
Serial Chainsmoker Cat sendiri menampilkan berbagai adegan penggunaan zat terlarang yang cukup mencolok, seperti merokok beberapa batang sekaligus, gejala sakau, hingga kebiasaan merokok tanpa henti. Meskipun dikemas dalam balutan komedi, anime ini dikenal sebagai gambaran yang apa adanya mengenai kecanduan nikotin dan disfungsi perilaku tanpa bermaksud meromantisasinya.
Selain dihentikan penayangannya di Animation Crazy, serial ini juga dilaporkan hilang dari saluran YouTube Ani-One Asia untuk wilayah Hong Kong. Padahal, pengumuman yang dirilis pada bulan Juli lalu sempat memasukkan Hong Kong sebagai salah satu wilayah lisensi penayangan mereka. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa pembelian dan konsumsi produk tembakau bagi orang dewasa tetap merupakan hal yang legal di Hong Kong.
Di sisi lain, perdebatan terkait anime ini juga sempat mencuat di Jepang dalam rapat lembaga penyiaran BPO (Broadcasting Ethics && Program Improvement Organization) pada bulan lalu. Meskipun tidak disebutkan secara langsung, tayangan yang diyakini merujuk pada Chainsmoker Cat ini menuai kritik tajam akibat penggambaran rokok dan obat-obatan terlarang. Kendati demikian, komite BPO yang bertugas menilai bahwa konten tersebut masih berada dalam batasan kebebasan berekspresi yang sah.
Terlepas dari kontroversi penayangannya, kesuksesan komersial serial ini justru meroket. Belum lama ini, diumumkan bahwa seluruh volume manga aslinya akan dicetak ulang menyusul lonjakan penjualan yang didorong oleh sambutan positif penonton terhadap adaptasi anime-nya.
Chainsmoker Cat diadaptasi dari manga berjudul sama karya NyanNyanFactory, yang diterbitkan melalui majalah Weekly Young Magazine terbitan Kodansha serta mendapatkan lisensi bahasa Inggris dari Seven Seas. Proyek anime ini digarap oleh Bibury Animation Studios dengan Taku Kimura sebagai sutradaranya.








