Home / Anime / KADOKAWA CEO Digugat 200 Juta Yen atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik oleh Mantan Chairman KADOKAWA

KADOKAWA CEO Digugat 200 Juta Yen atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik oleh Mantan Chairman KADOKAWA

1782233546 07e94fd426b1229face331b169d67116 1024x576 1

Mantan chairman KADOKAWA, Tsuguhiko Kadokawa, resmi mengajukan gugatan senilai 200 juta yen atau sekitar $1,2 juta terhadap CEO KADOKAWA Takeshi Natsuno dan pengacara Tadashi Kunihiro atas tuduhan pencemaran nama baik. Langkah hukum ini berakar dari laporan yang dirilis perusahaan pada Januari 2023 menyusul investigasi komite independen mengenai dugaan keterlibatan Kadokawa dalam kasus penyuapan terkait Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam kapasitasnya sebagai perwakilan KADOKAWA, Natsuno bersama Kunihiro selaku pengacara eksternal yang memimpin komite tersebut mengawasi penerbitan laporan yang menyebutkan adanya “tindakan yang tidak pantas” serta “tindakan yang sangat berpotensi merupakan penyuapan.”

text published by kadokawa alleging that Tsuguhiko Kadokawa and other officers were took acts highly likely to constitute bribery

Dari “Notice of Publication of the Report of the Corporate Governance Inspection Committee Concerning Suspicion on Bribery by the Company’s Officers and Employees at the Tokyo Olympic Games”

Kadokawa, yang divonis bersalah atas kasus suap pada Januari 2026 dan saat ini tengah mengajukan banding atas putusan tersebut, menyatakan bahwa klaim yang dilontarkan Natsuno dan Kunihiro tidak benar sehingga merusak reputasinya.

Berdasarkan laporan Asahi Shimbun, dalam konferensi pers yang digelar pada 16 Juni, Kadokawa mengungkapkan bahwa komite investigasi tersebut tidak bersikap netral. Ia menilai laporan itu dibuat demi memenuhi keinginan Natsuno untuk melimpahkan tanggung jawab manajemen kepadanya. Kadokawa menambahkan bahwa publikasi tersebut turut merugikan upayanya dalam membuktikan ketidaksalahannya di persidangan.

Pihak KADOKAWA merilis tanggapan resmi pada tanggal yang sama dengan pengajuan gugatan tersebut. Perusahaan memilih untuk tidak memberikan komentar mendetail, namun tetap mempertahankan sikap bahwa laporan tersebut sangat diperlukan demi melindungi nilai perusahaan.

Gugatan ini datang pada waktu yang kurang menguntungkan bagi Natsuno, di mana posisi kepemimpinannya sebagai CEO KADOKAWA tengah mendapat tekanan berat dari pemegang saham terbesar mereka, Oasis Management Company. Di antara berbagai kritik terhadap kepemimpinan Natsuno, Oasis menyoroti bahwa sang CEO kerap terlibat dalam kontroversi. Selain itu, beberapa hari sebelum gugatan dilayangkan, Komisi Perdagangan Jepang memberikan rekomendasi kepada KADOKAWA terkait praktik tidak wajar terhadap sejumlah mitra, termasuk pelanggaran dalam pengungkapan biaya pembayaran, tanggal jatuh tempo, serta ketentuan kontrak. Para pemegang saham dijadwalkan akan memberikan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 24 Juni mendatang untuk memutuskan usulan pencopotan Natsuno dari dewan direksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *