Home / Anime / Wawancara: Mayla Ungkap Proses di Balik Pembuatan Produk Unik untuk Attack on Titan, Black Butler, Hatsune Miku, hingga NieR:Automata

Wawancara: Mayla Ungkap Proses di Balik Pembuatan Produk Unik untuk Attack on Titan, Black Butler, Hatsune Miku, hingga NieR:Automata

1788892801 0837c11da3e1ac456e53cd6109708993 1024x576 1

Merek fesyen asal Jepang, MAYLA, untuk pertama kalinya mendatangi konvensi AnimagiC di Jerman. Dalam ajang tersebut, mereka memamerkan sekaligus menjual berbagai produk kolaborasi dengan sejumlah judul populer seperti Black Butler, Attack on Titan, Hatsune Miku, NieR:Automata, dan Violet Evergarden.

Selama acara berlangsung, pihak media berkesempatan untuk berbincang dengan General Manager MAYLA, Natsumi Ikegami. Diskusi tersebut membahas pendekatan mereka terhadap kolaborasi anime, cara mereka menerjemahkan estetika gim dan anime ke dalam rancangan busana, serta rencana mereka di masa depan.

1788894536 db9e80adae6b424931855176c4f692bf

T: Apa arti di balik nama “MAYLA”?

J: MAYLA merupakan sebutan bagi “diriku yang kecil” yang belum memiliki nama untuk memulai kisahnya. Setiap orang memiliki sosok gadis di dalam diri mereka yang berbeda-beda. Suatu hari, kita akan menemukan sosok tersebut dan memberikan nama kita sendiri. Sebelum nama itu ditemukan, MAYLA menjadi nama sementara baginya. Itulah sebabnya kami mendefinisikan MAYLA sebagai “nama depan” yang diberikan kepada seorang gadis saat awal mula kisahnya.

T: Produk-produk Anda memadukan estetika Eropa dan Jepang. Menurut Anda, mengapa kombinasi tersebut bisa berjalan dengan baik?

J: MAYLA banyak mengombinasikan kehalusan, pengerjaan teliti, serta perhatian terhadap detail khas Jepang dengan gaya klasik yang kaya akan dekorasi. Kami percaya bahwa rasa antusias, kesan “kawaii”, serta apresiasi terhadap keindahan bisa dinikmati melintasi batas budaya.

Berinteraksi langsung dengan para pelanggan di Eropa memberikan kesan tersendiri bagi kami. Kami terkesan karena detail rumit, penggunaan warna, serta pembangunan dunia yang dihargai oleh pelanggan di Jepang ternyata juga sangat diminati oleh para penggemar di Eropa.

T: Bagaimana awalnya Anda memutuskan untuk mulai berkolaborasi dengan berbagai waralaba gim video dan anime?

J: Kami meyakini bahwa anime dan gim video merupakan bagian dari budaya Jepang yang dibanggakan dan diperkenalkan ke seluruh dunia. Cerita serta dunia yang kaya dari karya-karya tersebut, jika dipadukan dengan kreativitas Mayla Classique dalam meramu fantasi dan kegembiraan melalui fesyen, mampu menciptakan nilai baru yang belum pernah ada sebelumnya.

1788895069 738146adf66b4d840cbca330ad69d668

T: Koleksi Anda mencakup berbagai judul, mulai dari NieR:Automata hingga Jojo’s Bizarre Adventure. Bagaimana cara Anda memilih merek untuk diajak bekerja sama?

J: Salah satu hal utama yang kami pertimbangkan adalah kemampuan kami dalam mengekspresikan daya tarik sebuah karya melalui desain dan keahlian MAYLA. Rasa hormat yang tulus terhadap karya tersebut juga sangat penting. Tanpa pemahaman mendalam dan kecintaan pada karya aslinya, akan sulit menerjemahkan detail-detail kecil yang sangat berharga bagi para penggemar.

T: Apa tantangan terbesar saat menerjemahkan estetika anime ke dalam produk fesyen?

J: Tantangan utamanya adalah menyeimbangkan identitas karya asli dengan keindahan produk sebagai barang fesyen. Jika tujuannya sekadar membuat karya asli mudah dikenali, kami bisa saja langsung menempelkan karakter atau logo begitu saja. Namun, di MAYLA, kami mengutamakan produk yang sepintas tampak seperti barang fesyen elegan, sementara penggemar yang memerhatikan detailnya bisa menyadari bahwa itu adalah elemen dari karakter tertentu.

T: Anda sering berkolaborasi dengan judul-judul bernuansa klasik ala Eropa seperti Bungo Stray Dogs, Black Butler, atau Violet Evergarden. Apakah hal itu membuat proses desain menjadi lebih mudah?

J: MAYLA memang berspesialisasi dalam desain klasik dan dekoratif, sehingga kecocokan dengan dunia-dunia tersebut sangat kuat. Kendati demikian, justru karena kecocokan alaminya sudah ada, penting bagi kami untuk tidak sekadar menciptakan desain yang “tampak mirip”, melainkan memikirkan bagaimana MAYLA bisa memunculkan keunikan yang hanya ada di setiap karya tersebut.

1788895376 ff9e5ad28085c1b937d94b8a06fc1c72

T: Anda juga bekerja sama dengan banyak judul shonen meski fokus pada alas kaki wanita. Apakah profil pembelinya sesuai dengan perkiraan Anda?

J: Target utama dari sebuah karya tidak selalu sama persis dengan pembeli produk MAYLA. Sebagian pelanggan mengenal MAYLA karena menyukai suatu karya tertentu dan akhirnya mencoba barang fesyen yang tadinya tidak akan mereka pilih. Sebaliknya, ada pula yang terpikat oleh desain produknya terlebih dahulu sebelum akhirnya tertarik dengan karya aslinya.

T: Bagaimana cara Anda menentukan elemen kunci untuk menangkap identitas sebuah anime dalam rancangan Anda?

J: Kami memulainya dengan membangun pemahaman mendalam tentang karya dan karakternya. Kami tidak hanya melihat warna, kostum, atau motif simbolis, tetapi juga kepribadian karakter, peran mereka dalam cerita, serta daya tarik yang dirasakan oleh para penggemar.

T: Ketika memulai koleksi baru, apa yang menjadi titik awal pembuatan: karakter, adegan, atau siluet produk?

J: Hal tersebut bervariasi tergantung pada karyanya. Terkadang prosesnya dimulai dari karakter, namun di lain waktu inspirasi datang dari adegan ikonik atau kostum tertentu. Kami selalu mengawali proses dengan pertanyaan: “Jika MAYLA mengekspresikan karya ini, produk seperti apa yang harus dibuat?”

1788895496 b8063cad8dd0bf7fe21649d8a410d515

T: Apakah pernah ada desain buatan Anda yang sudah dirasa pas, namun pihak pemberi lisensi meminta adanya perubahan?

J: Tentu saja. Dalam kolaborasi kekayaan intelektual, sangat penting untuk menjaga pengaturan dan dunia dari karya aslinya. Pihak pemberi lisensi terkadang membantu kami mengenali aspek-aspek penting yang mungkin terlewat. Oleh karena itu, kami tidak melihat proses peninjauan ini sebagai koreksi semata, melainkan kerja sama untuk menyempurnakan produk demi para penggemar.

T: Bagaimana pengalaman Anda berinteraksi langsung dengan para penggemar di Eropa saat menghadiri AnimagiC?

J: AnimagiC menjadi kesempatan yang sangat berharga. Kami terkesan saat mendengar pengunjung yang baru pertama kali melihat produk MAYLA menyebutnya sebagai sebuah “karya seni” yang “indah”. Meskipun Jepang dan Eropa memiliki budaya yang berbeda, ekspresi antusiasme saat mereka menemukan barang dari karya favorit mereka ternyata serupa dengan para pelanggan di Jepang.

1788895579 ea39c01df393d645795b84320aa2bdc9

T: Apakah sebagian besar pelanggan benar-benar mengenakan produk tersebut atau menyimpannya sebagai koleksi?

J: Kami memiliki kedua jenis pelanggan tersebut. Ada yang memakainya untuk fesyen sehari-hari, ada pula yang merawatnya sebagai barang koleksi. Oleh karena itu, MAYLA merancang produk beserta kemasannya sedemikian rupa agar dapat dinikmati dalam berbagai cara oleh siapa saja tanpa batasan usia maupun gender.

T: Apakah Anda memiliki rencana untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional di masa mendatang?

J: Ya, ekspansi internasional merupakan salah satu fokus utama kami ke depan. Menyusul pameran pop-up di Taiwan serta partisipasi di AnimagiC Jerman, kami berencana untuk terus mengikuti berbagai acara fesyen dan anime di belahan dunia lain, termasuk di Eropa.

Kami berharap ekspansi ini tidak hanya sebatas menjual produk dari Jepang, tetapi juga bekerja sama dengan perusahaan lokal, kreator, dan penyelenggara acara di sana. Pengalaman di Jerman membuat kami semakin tertarik untuk menjelajahi pasar Eropa.

1788895684 a72ffe3e9d9ea6e629cde80c518f00e6


Kami mengucapkan terima kasih kepada MAYLA yang telah membagikan wawasan mengenai proses adaptasi produk mereka.

Jika memiliki kesempatan, jangan lupa untuk mampir ke toko baru mereka di Harajuku, Tokyo!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *