Home / Anime / Wawancara Sutradara Blue Box Season 2 Daisuke Sako: Fokus ke Taiki & Chinatsu serta Proses Adaptasinya

Wawancara Sutradara Blue Box Season 2 Daisuke Sako: Fokus ke Taiki & Chinatsu serta Proses Adaptasinya

1793735804 0025f4a0d428bf80571f3eea209082c4 1024x576 1

Sebagai salah satu cerita romantis paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir, Blue Box berhasil menyoroti dunia batin serta kepekaan unik dari para karakternya. Alurnya memadukan kisah percintaan antara protagonis Taiki dan Chinatsu dengan semangat genre spokon serta petualangan masa remaja.

Meskipun manga Blue Box telah resmi menamatkan masa serialisasinya di Weekly Shonen Jump, penggemar masih bisa mengikuti kelanjutan kisah karakter favorit mereka melalui adaptasi anime yang sedang tayang. Blue Box Season 2 mengeksplorasi sisi lain dari para karakternya serta memperkenalkan sosok yang telah lama dinantikan, yaitu Yumeka Goto, seorang figur dari masa lalu Chinatsu.

Oleh karena itu, kami berkesempatan mewawancarai sutradara Blue Box Season 2, Daisuke Sako, untuk membahas karakter Yumeka, tema-tema yang diangkat musim ini, serta pandangannya mengenai pesan yang ingin disampaikan dalam cerita.


1793736131 b855972be7d1d497f8dc26b7263526ed
© Kouji Miura/SHUEISHA, Blue Box Film Partners.

Q: Apakah ada tema spesifik atau unsur utama yang menjadi fokus Anda untuk musim kedua ini?

A: Kali ini, kami ingin mereproduksi lokasi nyata dengan saksama dan semirip mungkin. Gagasan bahwa “para karakter ini hidup di kota tertentu di Jepang” adalah hal yang sangat kami jaga dalam versi animenya. Kami tidak hanya menampilkan tempat-tempat populer yang sudah sering terlihat. Kami mengerahkan banyak upaya agar para penonton di seluruh Jepang, termasuk mereka yang belum pernah meninggalkan kampung halaman, maupun penonton internasional, dapat menyaksikannya dan berpikir, “Tempat seperti ini benar-benar ada.”

Tim latar belakang kami telah bekerja dengan luar biasa sehingga penonton dapat merasakan bahwa Taiki dan kawan-kawan memang berada di lingkungan tersebut. Beberapa lokasi yang kami pilih di pihak produksi bahkan jarang dijadikan tempat pengambilan gambar, dan terkadang kami memang sengaja memilih sudut spesifik tersebut dari seluruh wilayah Jepang. Saya akan merasa sangat senang jika penonton di luar negeri menyaksikannya dan menyadari bahwa Tokyo juga bisa terlihat seperti itu.

1793736317 c875da6e1d0e5f9954f395028a220230
© Kouji Miura/SHUEISHA, Blue Box Film Partners.

Q: Tantangan atau kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat mengadaptasi karya ini menjadi anime?

A: Musim ini berfokus secara khusus pada Taiki dan Chinatsu, jadi saya ingin menyampaikan kesan bahwa keduanya benar-benar hidup, tidak hanya melalui cara mereka berbicara, bergerak, atau bertindak. Agar penonton tetap fokus pada mereka dalam segala aspek, kami tidak ingin penonton merasa bingung dengan memikirkan “tempat apa ini?” setiap kali latar kota yang asing muncul di layar. Kesulitannya terletak pada bagaimana kami harus membangun latar tempat di sekitar mereka secara kokoh.

Meskipun manga aslinya memiliki adegan dan halaman judul bab seperti itu, ada bagian-bagian tertentu yang tidak bisa diikuti sepenuhnya oleh format manga. Saya merasa dengan mengisi serta merangkai bagian-bagian tersebut secara tepat di dalam anime, serta membuat suasananya tampak nyata alih-alih abstrak, kita bisa memperkuat kesan bahwa mereka adalah orang-orang yang benar-benar tinggal di Jepang. Saya juga berpikir hal ini pada akhirnya akan membuat lokasi-lokasi yang muncul di episode berikutnya menjadi semakin berkesan.

Biasanya, peninjauan lokasi atau location scouting dilakukan dengan mendatangi langsung tempat tersebut, namun dengan keterbatasan waktu dan anggaran, tentu kami tidak bisa berkeliling ke seluruh penjuru negeri… Kendati demikian, teknologi saat ini sangat membantu [tertawa]. Saya biasa menyebutnya “survei lokasi daring,” di mana kami memantau tempat-tempat melalui peta digital. Teknologi sangat membantu pekerjaan kami dalam hal ini [tertawa].

1793736338 dffd7a722e565a289f3440196abce0a4
© Kouji Miura/SHUEISHA, Blue Box Film Partners.

Q: Apa yang bisa diharapkan oleh para penggemar terkait perkembangan karakter baru, Yumeka Goto?

A: Menurut saya, karakter baru Yumeka berfungsi untuk memperlihatkan seperti apa kepribadian Chinatsu sebenarnya. Jika Yumeka tidak pernah muncul, ada sisi batin Chinatsu yang tidak akan pernah terungkap. Justru karena kehadiran Yumeka lah untuk pertama kalinya Chinatsu dapat mengenali dirinya sendiri dan mulai berbicara tentang dirinya secara lebih objektif.

Kedatangan Yumeka menciptakan semacam percikan konflik yang jarang sekali terjadi dalam cerita Blue Box sebelumnya. Konflik itu pun bukan sengaja diciptakan oleh Yumeka untuk mencari masalah. Hal itu terjadi begitu saja karena Yumeka adalah tipe orang yang menyampaikan perasaan serta emosi alaminya secara langsung kepada orang lain tanpa filter. Fakta bahwa Chinatsu akhirnya bisa mengungkapkan hal-hal yang selama ini dipendamnya bukanlah semata-mata karena Yumeka dijadikan alat plot cerita. Saya rasa itu murni karena kepribadian Yumeka yang kuat dan pengaruh besar yang dibawanya.

Pesona Yumeka juga disampaikan melalui Sosuke, yang merupakan kekasihnya. Salah satu keunggulan dari Blue Box adalah bagaimana karakter lain mampu menjelaskan daya tarik dari karakter tertentu dengan baik. Sosuke secara nyata memperlihatkan seperti apa sosok Yumeka dan apa saja hal hebat tentang dirinya, jadi saya berharap penonton juga memperhatikan interaksi Yumeka dengan Sosuke!

1793736351 add30be93de8931c365573972bd817aa
© Kouji Miura/SHUEISHA, Blue Box Film Partners.

Q: Pertumbuhan atau perubahan seperti apa yang akan kita saksikan pada karakter utama—Taiki Inomata, Chinatsu Kano, dan Hina Chono—di musim kedua?

A: Saya rasa setiap karakter mengalami perubahan musim ini, tetapi panggung utamanya memang milik Chinatsu dan Taiki.

Pertama, Taiki sebagai protagonis adalah seorang remaja yang menaruh hati pada Chinatsu. Ada beberapa titik balik baginya, dan di dalamnya terdapat momen-momen di mana ia bertumbuh, atau lebih tepatnya, terus berubah tanpa ia sadari. Sebagai contoh, di pertengahan musim, ada adegan-adegan di mana ia bertindak tanpa pamrih demi kepentingan Chinatsu, bukan lagi sekadar dorongan egois seperti ingin diperhatikan atau disukai kembali. Pada titik itu, saya merasa perasaan tulusnya telah melangkah lebih jauh dari asumsi kekanak-kanakan di awal: bahwa jika ia berlatih keras di klub bulu tangkis dan menjadi lebih kuat, ia bisa mendapatkan pacar. Taiki bertindak dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan murni, namun pilihan tindakannya justru semakin berorientasi pada orang lain. Dari sudut pandang tersebut, musim ini menggambarkan langkah Taiki menuju kedewasaan.

Berikutnya adalah Chinatsu. Pada musim ini, perasaannya mulai terungkap secara jelas melalui kata-katanya sendiri. Ia secara bertahap mulai menceritakan arah perasaan serta perubahannya terhadap Taiki dengan bahasanya sendiri. Itulah sebabnya mengapa setiap kali kami harus memotong dialog pada tahap papan cerita demi menyesuaikan durasi tayang televisi, kami memastikan untuk tidak pernah memotong dialog Taiki maupun Chinatsu. Kami ingin melindungi apa yang ingin diucapkan oleh mereka berdua.

1793736368 bf1a07480bd816ccf49acf8114865d3e
© Kouji Miura/SHUEISHA, Blue Box Film Partners.

Q: Pesan atau pemahaman apa yang Anda harapkan bisa dibawa pulang oleh penonton setelah menyaksikannya?

A: Saya rasa manga asli Blue Box memuat banyak sekali pesan. Khusus untuk kali ini, materi yang mencakup Yumeka dan Chinatsu sangatlah padat tanpa ada halaman atau panel yang terbuang sia-sia. Di sisi lain, penyajiannya tidak terasa sesak; ada kata-kata penting yang terselip di sela jeda, ruang kosong, serta panel-panel kecil, dan banyak bagian yang baru bisa dipahami maknanya setelah dibaca berulang kali. Jika Anda merangkai makna-makna tersebut dengan benar, hasil emosionalnya akan terasa berbulan-bulan kemudian.

Dalam manga, Anda bisa dengan bebas membalik halaman ke belakang, tetapi anime hanya mengalir ke satu arah. Tentu saja Anda bisa menontonnya ulang, namun media video tidak memungkinkan Anda langsung membalik adegan seperti halnya membaca manga. Kami sangat memperhatikan bagaimana cara menyampaikan semuanya kepada penonton tanpa ada yang terlewat di dalam durasi waktu yang mengalir satu arah ini. Hal itulah yang membuat prosesnya terasa menyenangkan sekaligus sangat memuaskan.

Selain itu, ada kalanya dalam manga kita hanya diperlihatkan punggung seorang karakter, membuat pembaca bertanya-tanya, “Ekspresi seperti apa yang ia buat saat mengucapkan kalimat ini?” Dalam manga, hanya ada panel punggung Chinatsu saat ia melontarkan dialog penting. Lalu, seperti apa raut wajahnya jika dilihat dari sudut pandang tempat Taiki berdiri? Berusaha keras membayangkan momen-momen semacam itu dan memikirkan bagaimana cara mengarahkan apa yang bisa disebut sebagai “ruang kosong” dari manga aslinya ke dalam bentuk anime adalah hal mendasar yang harus dilakukan saat mengadaptasi sebuah manga.

Seperti yang saya katakan tadi, musim ini kami berfokus pada bentuk “ekspresi wajah” yang ditampilkan para karakter pada momen-momen yang tidak digambar dalam manga. Jika sebuah ekspresi diselesaikan dalam satu panel di manga, dalam anime kami bisa saja sengaja memecahnya menjadi dua potongan adegan. Saya pikir itulah kesenangan sejati dari proses adaptasi anime. Jika Anda jeli mencari momen-momen tersebut, Anda akan melihat bahwa meskipun kami mengikuti sumber aslinya dengan setia, versi animenya juga menyuarakan hal-hal yang tidak tertulis di manga.

Mungkin akan sangat menyenangkan jika penonton membaca manganya terlebih dahulu lalu menyaksikan animenya dengan memerhatikan bagaimana versi anime mengisi bagian di antara baris-baris cerita tersebut.

1793736377 ecffb320d9e94e72cd58613d9398f929
© Kouji Miura/SHUEISHA, Blue Box Film Partners.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada sutradara Daisuke Sako di tengah kesibukannya yang padat karena telah berbagi wawasan mendalam mengenai proses adaptasi manga ini, serta kepada TMS Entertainment yang telah memfasilitasi terselenggaranya wawancara ini.

Pastikan untuk menyaksikan episode baru Blue Box Season 2 setiap hari Minggu, tayang secara eksklusif di Netflix.

© Kouji Miura/SHUEISHA, Blue Box Film Partners.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *